Berita

DPR: Evaluasi atau Copot Dirjen Bea Cukai

JUMAT, 22 JUNI 2012 | 19:39 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. DPR meminta Kementerian Keuangan melakukan evaluasi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta mengganti Dirjen Bea dan Cukai sebagai pucuk pimpinan tertinggi lembaga. Hal itu diperlukan setelah banyak penyelundupan narkoba yang melibatkan "orang dalam".

"Saya kira perlu segera evaluasi karena tidak ada kinerja cukup baik," seru anggota Komisi III DPR, Ahmad Yani, dalam pesan tertulisnya, Jumat (22/6).

Yani mencontohkan, penyelundupan limbah B3 hingga kasus penyelundupan 351 Kg
sabu-sabu melalui Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Priok membuktikan kinerja lemah

sabu-sabu melalui Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Priok membuktikan kinerja lemah
Ditjen Bea dan Cukai. Teranyar, dugaan keterlibatan Kasubag Bea dan Cukai
Bandara Soekarno Hatta, Wahono, dalam pemberian sejumlah uang dari seorang WNA asal Amerika Serikat, harus diklarifikasi.  

Politisi PPP itu menilai, keluhan masyarakat seputar aspek pemerasan dan suap menyuap, baik di bandara maupun Pelabuhan Tanjung Priok, sudah sering mengemuka.

"Dirjen Bea dan Cukai gagal mewujudkan janji melakukan bersih-bersih. Kalau masih punya moral, mereka mundur atau evaluasi. Kita ingin melihat keseriusan Kementerian Keuangan," imbuh Yani.

Dia juga inginkan Polri masuk ke ranah Bea dan Cukai untuk penyelidikan dan penyidikan kasus-kasus transnasional seperti penyelundupan narkoba.

Anggota Komisi III lainnya, Sarifudin Sudding, menambahkan, jaringan peredaran
narkoba merupakan kejahatan transnasional hingga tidak tertutup kemungkinan adanya
sindikat-sindikat yang dibangun institusi pemilik otoritas untuk mempermudah
kejahatan itu.

"Tidak mungkin dilakukan tanpa keterlibatan orang memiliki otoritas, beking yang kuat. Bea dan Cukai merupakan sumber penerimaan negara yang besar, harus ada evaluasi menyeluruh," kata Sudding.

Sementara itu, terkait kasus penyelundupan 351 Kg sabu-sabu dari Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Priok, penyidik Polda Metro Jaya sedang mendalami kemungkinan peningkatan status menjadi tersangka terhadap 16 saksi yang kini diperiksa. Ke-16 orang saksi itu, yakni sembilan orang petugas KPUBC Tanjung Priok masing-masing berinisial JHS (pemeriksa barang), TB (pemeriksa dokumen), BA, KS, TS, MR, SM, JN dan JH (petugas mengurus dokumen), dua pegawai Balai Karantina Perikanan Pelabuhan Tanjung Priok berinisial EN dan YA, serta lima orang petugas gudang berinisial ZR, UM, MN, RW dan SR.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Nugroho Aji, mengatakan, ke-16 orang pegawai yang bertugas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara tersebut, masih berstatus saksi, namun tidak menutup kemungkinan diantaranya menjadi tersangka. Para petugas pelabuhan tersebut terindikasi tidak memeriksa barang sesuai prosedur, seperti pemeriksaan laboratorium.

Penyidik menurut Direktur Narkoba, juga telah melayangkan surat panggilan terhadap
atasan dari petugas KPUBC Tanjung Priok yang saksi tersebut. Rencananya, mereka akan menjalani pemeriksaan pada Selasa (26/6). [ald]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya