Berita

Inilah Saatnya Generasi Emas!

JUMAT, 08 JUNI 2012 | 18:23 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

RMOL. Tim nasional Jerman boleh dibilang setali tiga uang dengan Oranje Belanda. Komposisi tim disesaki pemain-pemain hebat, tapi keberuntungan selalu tak berpihak untuk meraih gelar juara.

Catatan ini dimulai pada 2006 lalu, dimana Jerman harus dihentikan Italia di muka publik sendiri dan harus puas menempati juara tiga. Dua tahun kemudian mereka tampil superior hingga mencapai partai final bertemu tim matador, Spanyol. Tapi harus tertunduk oleh tandukan banteng Spanyol melalui gol tunggal Fernando Torres yang saat itu masih berbaju Liverpool.

Kemudian di Piala Dunia 2010, langkah Tim Panser kembali harus terhenti oleh tandukan Carles Puyol yang menjadi satu-satunya gol saat itu. Spanyol menjadi juara dan Jerman lagi-lagi harus puas duduki peringkat tiga di bawah Belanda.


Timnas Jerman yang didominasi pemain Bayern Muenchen sudah puas menjadi runner-up. Pada 2010, Muenchen harus mengakui keunggulan Inter Milan di final Camphions. Dan 2012, mereka harus akui keberuntungan Chelsea lewat drama adu penalti di final kompetisi klub-klub terbaik Eropa itu.

Padahal jika dilihat, timnas Jerman mempunyai pemain dengan skill mumpuni yang merata di segala lini. Masalah mentalitas pun ditenggarai menjadi penyebab kegagalan tim yang telah tiga kali menjuarai Piala Eropa tersebut.

Untuk regenerasi pemain muda pun Jerman bisa dibilang cepat, buktinya Jerman menjadi skuad dengan pemain termuda di Euro 2012. (rata-rata pemainnya berusia 24 tahun). Jika dulu nama Klose yang mendominasi, tidak butuh waktu lama bagi Mario Gomez menggantikan tempatnya.

Saat wawancara bersama Bild, Franz Beckenbauer menyatakan, "tim jerman saat ini adalah tim terbaik sepanjang masa, Anda memiliki 23 pemain yang berada di level tertinggi."

Jerman sekarang mungkin mirip Piala Dunia 2010, banyak pemain muda yang berpengalaman  dan seharusnya itu sama sekali bukan kendala. Tentunya Jerman juga harus memutus rekor buruk mereka jika bermain di Ukraina, karena mereka belum pernah menang bermain di negeri pecahan Uni Soviet itu, dengan catatan tiga kali imbang.

Fakta itu harus menjadi motivasi tersendiri bagi Philipp Lahm Cs untuk mengkukuhkan bahwa mereka generasi terbaik Jerman sepanjang masa, dengan mengakhiri paceklik gelar internasional selama 16 tahun dan membawa pulang trofi Euro ke Berlin. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya