Berita

ilustrasi/ist

Nusantara

Di Kampus Al Azhar, Faisal Basri Serukan Perlawanan Terhadap Partai

RABU, 06 JUNI 2012 | 18:42 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

RMOL. Faisal Basri maju dalam Pilkada DKI Jakarta melalui jalur independen. Ia maju melalui jalur ini karena ingin melawan dominasi partai. Jakarta menjadi semrawut karena pemimpin saat ini dibekingi parpol yang korup.

"Saya ingin melawan dominasi dan oligarki partai. Tidak boleh nasib negeri ini diserahkan kepada orang partai yang korup," ujarnya dalam diskusi di Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Blok M, Jakarta, Rabu (6/6).

Ia berpendapat yang terpenting adalah memiliki pemimpin yang tidak terikat parpol.


"Kalau pemimpin dari parpol punya perjanjian sama partainya, Kalau saya perjanjiannya sama rakyat, DPRD tidak bisa ganggu saya," sambungnya.

Ia juga menilai jika yang terpenting adalah membangun peradaban yang beradab. Sangat norak jika bicara program penanganan banjir dan lain-lain kalau peradabannya merosot. "Karena membangun kota adalah membangun peradaban," demikian Faisal. [arp]

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya