sby/ist
sby/ist
RMOL. Keberadaan posisi wakil menteri (wamen) di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2 banyak menuai polemik. Selain dinilai posisinya tidak terlalu diperlukan dan membebani anggaran, posisi ini juga dinilai menjadi alat politisasi birokrasi.
Hal ini disampaikan oleh Gun Gun Haryanto, Direktur Eksekutif The Political Literacy di Universitas Al Azhar, Blok M, Rabu (6/6).
"Ada semacam politisasi birokrasi. Ini karena ada orang yang tidak terakomodir pada jabatan strategis lainnya, lalu ditempatkan sebagai Wamen," terangnya kepada wartawan.
Populer
Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22
Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00
Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07
Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11
Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21
UPDATE
Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50
Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20
Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59
Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39
Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19
Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57
Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45
Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20
Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59
Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45