Berita

sby/ist

SBY Tidak Menciptakan Birokrasi yang Efektif

Memperbanyak Wamen Membuat Postur Birokrasi Menjadi Gemuk
RABU, 06 JUNI 2012 | 15:44 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

RMOL. Keberadaan posisi wakil menteri (wamen) di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2 banyak menuai polemik. Selain dinilai posisinya tidak terlalu diperlukan dan membebani anggaran, posisi ini juga dinilai menjadi alat politisasi birokrasi.

Hal ini disampaikan oleh Gun Gun Haryanto, Direktur Eksekutif The Political Literacy di Universitas Al Azhar, Blok M, Rabu (6/6).

"Ada semacam politisasi birokrasi. Ini karena ada orang yang tidak terakomodir pada jabatan strategis lainnya, lalu ditempatkan sebagai Wamen," terangnya kepada wartawan.


Mungkin hanya 2-3 Kementrian yang perlu wamen. Selebihnya, sambungnya, Wamen tidak perlu ada. Ia juga menilai ada beberapa departemen yang perlu dan ada yang tidak, ia memaparkan contoh Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dua kementerian ini sebenarnya tidak perlu Wamen, tapi cukup dengan Dirjen.

"SBY tidak menciptakan birokrasi yang efektif tapi memperbanyak komite, lembaga ad hoc, memperbanyak Wamen yang membuat postur birokrasi menjadi gemuk," sambungnya. [arp]

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya