Berita

wamenkumham denny indrayana

Budayawan: Wamen Tetap Diperlukan

SELASA, 05 JUNI 2012 | 15:50 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

RMOL. Untuk kementerian yang punya ruang lingkup dan kewenangan yang besar, keberadaan wakil menteri tetap diperlukan. Di negara lain, seperti di Amerika Serikat, wamen ini diakui.

"Di seluruh dunia juga ada, seperti di Amerika ada deputi Menlu untuk Asia Pasifik, Timur Tengah dan sebagainya. Karena nggak mungkin dikerjakan oleh Hillary Clinton (Menlu AS) sendirian," ujar budayawan Radar Panca Dahana kepada Rakyat Merdeka Online di Rumah Perubahan 2.0, Kompleks Duta Merlin, Jakarta, Selasa (5/6).

Keberadaan wamen saat ini menjadi polemik dan kemudian digugat ke Mahkamah Konstitusi karena Presiden SBY melakukan kesalahan prosuderal. Yaitu tidak menjelaskan mana kementerian yang memang butuh wamen.

"Tingkat kebutuhan di tiap departemen  itu harusnya disampaikan kepada DPR. Masalahnya SBY tidak melalui prosedur itu. Proses pemilihnnya jadi seperti menteri," tandasnya. [zul]


Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya