Berita

Vence Rumangkang

Wawancara

WAWANCARA

Vence Rumangkang: SBY Bilang Capres Pasti Muncul, Tak Perlu Gembar-gemborkan

SELASA, 29 MEI 2012 | 09:50 WIB

RMOL, Presiden SBY berpesan kepada Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat

(FKPD-PD) agar tidak perlu menggembar-gemborkan capres dari sekarang.

“Capres dari Partai Demokrat pasti muncul. Tidak perlu di­gem­bar-gemborkan dari seka­rang,’’ kata Ketua Umum FKPD-PD, Vence Rumangkang, kepada Rak­yat Merdeka, seusai jumpa pers, di Jakarta, kemarin.

Menurut pendiri utama Partai Demokrat itu, pertemuan FKPD-PD dengan SBY dilaksanakan, 23 Mei 2012, di Istana Negara. Da­lam pertemuan itu, SBY didam­pingi empat menteri dari Partai Demokrat, yakni Menhub EE Mangindaan, Menteri ESDM Jero Wacik, Menkumham Amir Syam­suddin, dan Menkop UKM Syarif Hasan.

“Pertemuan berjalan santai, penuh kekeluargaan. Beliau ber­bicara banyak soal masa depan Partai Demokrat dan calon pe­mim­pin di masa depan,’’ papar Vence.

Berikut kutipan selengkapnya:


Apa SBY sudah berbicara soal figur capres yang bakal di­usung Partai Demokrat?

Belum. Beliau bilang, calon pemimpin itu pasti muncul. Tidak perlu dari sekarang digembar-gemborkan.

 

Bukankah itu penting untuk sosialisasi?

Bagi Pak SBY belum saatnya. Sekarang ini konsentrasi dulu bekerja untuk memperbaiki  nasib rakyat. Tidak pas berbicara masa­lah kekuasaan.


Kapan Partai Demokrat me­ngumumkan capres-nya?

Pak SBY sempat menyinggung mungkin dipublikasikan awal tahun 2013. Setahun sosialisasi dianggap cukup.

Sebab, beliau saat ini masih fokus bekerja sebagai presiden mengakhiri masa kerja dengan mensukseskan program-program yang dijalankan pemerintah. Tidak mau terpengaruh oleh gonjang-ganjing yang saat ini terjadi.


Apa lagi yang dibicarakan da­lam pertemuan itu?

Tentu terkait berbagai hal mengenai internal partai kami. Partai Demokrat dirundung banyak permasalahan, sehingga FKPD-PD merasa perlu melaku­kan silaturahmi yang rencananya dilaksanakan 13-15 Juni 2013 di Jakarta. Pak SBY selaku Pembina Utama FKPD-PD yang akan membuka acara tersebut. Ren­cananya 500 orang yang hadir.

 

Apa tujuannya?   

Ya silaturahmi untuk mencari solusi melalui upaya reunifikasi dan revitalisasi Partai Demokrat.

Thema acara itu; Mempererat tali silaturahmi antar para tokoh pendiri dan deklarator serta kader Partai Demokrat.


Apa itu solusi?

Ya dong. Ini mampu menjawab permasalahan partai yang diha­dapi sekarang ini. Terutama meng­­­hadapi strategi pihak luar untuk memecah-belah partai ini.

Makanya kami membantu DPP di bawah kepemimpinan Anas Urbaningrum agar lebih maksi­mal bekerja.

Untuk itu, kami mengajak se­luruh DPP Partia Demokrat untuk berkonsolidasi dengan FKPD-PD yang sebentar lagi me­nye­lengga­rakan silaturahmi untuk me­nyong­song Silatnas FKPD-PD, Agustus mendatang.


Ini upaya memperbaiki citra Partai Demokrat?

FKPD-PD  mempunyai komit­men untuk ikut berperan serta dalam memperbaiki citra Partai Demokrat ke depan yang telah menyimpang dari cita-cita dari para pendiri Partai Demokrat, ter­masuk di dalamnya tekad untuk kembali ke jati diri partai.

Kami berupaya mengidentifi­kasi permasalahan serta meru­mus­kan dan menawarkan solusi atas penyelesaian masalah partai melalui upaya reunifikasi dan revitaslisasi Partai Demokrat.

Kami juga mengajak seluruh kader partai mempersiapkan diri dan bekerja keras dalam rangka pemenangan Pemilu 2014, di ba­wah kepemimpinan Presiden SBY sebagai tokoh sentral dan Pem­bina Utama FKPD-PD.

Kami bersama-sama DPP akan membangun kembali citra partai ini dan dapat meningkatkan pero­lehan suara dalam Pemilu 2014 . Minimal memperoleh suara se­perti Pemilu 2009.


Apa itu saja yang ingin di­capai?

Acara ini juga mengupayakan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia kader-kader Partai Demokrat dari pusat sam­pai dae­rah untuk perbaikan citra Demo­krat di mata masyarakat.


O ya, tadi Anda bilang acara Si­la­turahmi ini dihadiri 500 orang, siapa saja yang diun­dang?

Tentu akan dihadiri pendiri partai dan deklarator Partai Demo­­krat tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, anggota DPR dari Partai Demokrat, dan pengu­rus Partai Demokrat. [Harian Rakyat Merdeka] 


O ya, tadi Anda bilang acara Si­la­turahmi ini dihadiri 500 orang, siapa saja yang diun­dang?

Tentu akan dihadiri pendiri partai dan deklarator Partai Demo­­krat tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, anggota DPR dari Partai Demokrat, dan pengu­rus Partai Demokrat. [Harian Rakyat Merdeka] 


Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Korupsi CPO dan POME Rp 13 Triliun, Ini Daftar Namanya

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

TNI AL dan Kemhan Belanda Bahas Infrastruktur Bawah Laut Kritis

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:00

Beda Imlek dan Cap Go Meh, Ini Makna dan Rangkaian Tradisinya

Selasa, 10 Februari 2026 | 17:52

Kabar Baik! Bansos PKH dan Bencana Bakal Cair Jelang Lebaran

Selasa, 10 Februari 2026 | 17:36

KPK Sita 50 Ribu Dolar AS dari Kantor dan Rumah Dinas Ketua PN Depok

Selasa, 10 Februari 2026 | 17:27

Mengupas Multi Makna Kata 'Lagi'

Selasa, 10 Februari 2026 | 17:18

Keberadaan Manusia Gerobak Bakal Ditertibkan Jelang Ramadan

Selasa, 10 Februari 2026 | 17:07

Prabowo Diyakini Bisa Dua Periode Tanpa Gibran

Selasa, 10 Februari 2026 | 17:02

KPK Endus Pencucian Uang Korupsi Sudewo Lewat Koperasi

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:49

Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Korupsi CPO dan POME Rp 13 Triliun, Ini Daftar Namanya

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:49

Selengkapnya