Berita

Eko Patrio

Wawancara

WAWANCARA

Eko Patrio: Teguran Badan Kehormatan DPR Membuat Saya Introspeksi Diri

SELASA, 29 MEI 2012 | 09:31 WIB

RMOL. Badan Kehormatan (BK) DPR menegur Eko Patrio karena dinilai mengedepankan profesi komedian ketimbang wakil rakyat.

“BK tidak melarang tampil di televisi sepanjang bisa menjaga wibawa anggota DPR dan tugas-tugas wakil rakyat,’’ kata Eko Patrio kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya;


Bukankah anggota DPR ti­dak bisa rangkap jabatan?

Sebenarnya ini adalah kasus lama tahun 2000 awal. Ada salah satu media online yang mewan­carai saya tapi ada missunder­standing.


Apa yang salah paham itu?

Media itu menanyakan lebih enak mana parlemen atau kome­dian. Saya bilang kalau berko­medi itu sama dengan nafas, ma­kan, minum, berkesenian buat saya satu kesatuan tidak bisa di­pisah-pisahkan.

Kalau di parlemen itu saya me­­nyingkapinya secara profe­sional. Nah itu tuh sebenarnya yang saya katakan. Tapi pesan yang ditang­kap saya men da­hulukan ko­me­dian dari­­pada parle­men.

Kemu­dian media online meng­­klari­fikasi bahwa per­nya­taan tersebut bu­­kan artinya saya men­dahulukan ko­me­dian, tetapi artinya sampai ka­panpun dalam hi­dup saya berke­se­nian pasti satu kesatuan de­ngan nafas saya.


Mengapa ditegur BK DPR sekarang?

Nah karena berita media online beredar kemana-mana. BK  sibuk dengan tugas-tugasnya. Makanya baru diminta klarifikasi.


Berarti setelah lebih dua ta­hun?

Ya. Dalam kurun waktu seki­tar dua tahun baru diklarifikasi, apakah statemen di media online itu benar, saya nyatakan itu tidak benar. Yang benar secara kasat mata selama dua tahun ini saya berjibaku di parlemen.

Melawak  di televisi tidak ada sama sekali. Saya sudah dua ta­hun ini benar-bnar konsentrasi di parlemen. Tapi teguran itu mem­­buat saya selalu intro­spek­si diri agar perilaku kita harus selalu men­jaga kewibawaan anggota DPR.


Bukankah sesekali masih muncul?

Kalapun ada di televisi cuma se­kadar bintang tamu. Berkese­nian­nya tidak seperti sebelum men­jadi anggota parlemen. Saat itu setiap hari di televisi terus.

Sekarang saya muncul di te­levisi dengan te­man-teman anggota DPR lain­nya. Me­dianya beda-beda. Ada talkshow, ada yang dialog, ada yang ber­ke­senian.


Bisa disebutkan bintang tamu di mana saja?

Saya pernah menjadi bintang tamu dalam acara Apa Kabar Indonesia, Fokus Pagi, acara OVJ (Opera Van Java), ada acara face­booker.


Apa alasannya masih tetap muncul di televisi?

Buat saya jangan sampai alergi dengan media televisi. Ti­dak baik juga. Kalau alergi de­ngan media televisi nanti saya  ditingalkan konstituen di Jawa Timur.

Kalau itu terjadi berarti saya tidak bisa menyampaikan kinerja saya di DPR. Lagipula  anggota DPR tampil di televisi kan sah-sah saja selama bisa menjaga kewibawaan.


Apa saja teguran dari BK DPR itu?

Diingatkan saja oleh BK DPR. Katanya tidak apa Mas Eko tam­pil di televisi, asal jaga kehorma­tan DPR. Saya jawab,  itu  pasti saya jaga.


Apa alasannya masih tetap muncul di televisi?

Buat saya jangan sampai alergi dengan media televisi. Ti­dak baik juga. Kalau alergi de­ngan media televisi nanti saya  ditingalkan konstituen di Jawa Timur.

Kalau itu terjadi berarti saya tidak bisa menyampaikan kinerja saya di DPR. Lagipula  anggota DPR tampil di televisi kan sah-sah saja selama bisa menjaga kewibawaan.


Apa saja teguran dari BK DPR itu?

Diingatkan saja oleh BK DPR. Katanya tidak apa Mas Eko tam­pil di televisi, asal jaga kehorma­tan DPR. Saya jawab,  itu  pasti saya jaga.


Kalau acara-acara lawak apa­kah tetap bisa menjaga ke­wi­baan sebagai anggota DPR?

Jangan sampai kita alergi dalam pro­gram televisi apapun juga. Yang pen­ting kita bisa menjaga diri, karena kalau kita menutup diri untuk tampil di acara komedi, kasihan temen-temen komedian. Sebab, kalau  menutup diri dari komedian, arti­nya ko­median dianggap tidak berpen­didikan. Tidak baik juga memilah-milah, selama kita ber­penampilan baik, saya kira nggak masalah. Sebab, berkese­nian itu baik.


Bisa dijelaskan kenapa ber­ke­senian itu baik?

Misalnya ketoprak humor itu dari budaya masyarakat. Apalagi saya di Komisi X yang membi­dangi kesenian, budaya dan pari­wisata. Masa nggak boleh ikut ketoprak atau ikut ngelenong atau teater.

Selama itu bisa menjaga ke­wi­bawaan anggota DPR dan men­­jaga waktu, why not. Itu juga yang disampaikan BK DPR. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya