Berita

ilustrasi, truk

Otomotif

Ribuan Truk & Bus Hyundai Terancam Nggak Beroperasi

Buntut Pemutusan Kerja Sama Hyundai Dan KHI
SENIN, 28 MEI 2012 | 08:04 WIB

RMOL.Sekitar 7.000 truk dan bus Hyundai terancam tidak bisa beroperasi karena kesulitan suku cadang, menyusul dihentikannya penjualan suku cadang bus dan truk Hyundai di Indonesia oleh Hyundai Motor Corporation (HMC) Korea.

Kelangkaan suku cadang ini membuat pengguna kendaraan Hyundai resah dan tidak bisa melakukan perawatan mobil se­bagaimana mestinya.

Seperti diungkapkan Amin (45) warga Balaraja, Tangerang terkait peng­hentian penjualan su­ku ca­dang Hyundai di Indonesia oleh HMC, sebagian besar ar­ma­da truk Hyundai miliknya ti­dak bisa beroperasi maksimal, se­hing­ga ber­pengaruh terhadap pen­da­pa­tan sehari-hari.

Menurutnya, ketika dia mem­beli 22 unit truk Hyundai re­kon­disi (bekas) beberapa waktu lalu, ia pergunakan untuk usaha me­ngangkut tanah dari lokasi pe­ngerukan tanah yang ada di se­kitar Desa Cibadak, Balaraja.

Namun, lanjut dia, sejak tiga bulan terakhir ini, pihaknya me­ngalami kesulitan untuk men­da­patkan suku cadang guna meng­gantikan suku cadang truk­nya yang rusak.

“Memang ada suku cadang rusak yang dapat diganti dengan suku cadang truk merek lain, mes­ki agak sulit diakali. Namun untuk kerusakan pada transmisi dan gardan belakang sama sekali tidak bisa diatasi tanpa suku ca­dang asli,” ucapnya.

Menurut Amin, dia  sudah ber­usaha mencari suku cadang ke dealer Hyundai Jakarta, namun ternyata dealer Hyundai sudah tidak lagi menjual suku cadang bus dan truk. “Katanya kontrak dengan Hyundai Korea sudah diputus,” cerita Amin.

Dikatakan, dari 22 unit truk yang ada, sebanyak sembilan unit tidak bisa digunakan sama sekali, sehingga Amin mengaku rugi besar.

Kepala Bengkel PT Tirta Uta­ma Abadi Kuat Waluya me­nga­ta­kan hal yang sama. Dari 10 truk Hyundai miliknya, dua unit truk tidak bisa di­ope­ra­si­kan, lantaran suku cadang yang sulit didapat.

Kepala Cabang Bandung Co­manditer Venonscaft (CV) Pa­rahyangan Express Udun Mul­yadirja mengeluhkan hal yang sama. Udun mengharapkan, pi­hak Hyun­dai dapat segera me­ngatasi kelangkaan suku cadang truk dan bus Hyundai yang ada di pasaran. Diharapkan pasokan suku ca­dang bisa normal kem­bali, se­hingga tidak kesulitan ka­lau ada armada yang rusak.

“Truk dan bus Hyundai itu har­ganya murah sehingga  sa­ngat menguntungkan kalau pakai Hyundai,” ujarnya.

Sebagai informasi, pada Selasa (8/9) HMC memutus sepi­hak  kontrak Supply Agreement de­ngan pihak PT Korindo Heavy Industry (KHI), kemu­dian  disu­sul dengan surat HMC pada 6 Oktober 2010 tentang pemberi­tahuan tidak diperpan­jang­nya Distributorship Agreement.

Tidak cukup hanya mengak­hiri perjanjian secara sepihak selama 9 bulan, terhitung sejak tanggal berakhirnya perjanjian (berda­sarkan klaim sepihak HMC yang jatuh pada 15 Juni 2011) HMC ju­ga menolak untuk me­masok suku cadang bagi ken­daraan niaga yang dirakit dan dijual dalam bentuk Completely Knock Down (CKD) alias terurai oleh KHI di Indonesia.

Menurut Ketua Harian Y­a­ya­san Lembaga Konsumen Indo­nesia (YLKI) Tulus Abadi, pe­mutusan kerja sama yang dila­kukan HMC terhadap KHI selaku agen tunggal pemegang merek (ATPM) Hyundai untuk kenda­raan niaga, bisa dianggap me­lang­gar Un­dang-Undang No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya