Berita

Taufik Hidayat

Olahraga

Taufik: Saya Mundur, Yang Lainnya Mana!?

SABTU, 26 MEI 2012 | 09:29 WIB

RMOL. Pebulutangkis senior In­do­nesia Taufik Hidayat kembali me­lontarkan kritikan pedas ter­kait kegagalan tim Thomas dan Uber 2012 di China.

Bekas pemain pelatnas ini me­nganggap ada permainan politik yang terlalu jauh di dunia bulu­tangkis Indonesia, sehingga me­nyebabkan prestasi merosot.

“Ini mungkin serupa dengan yang terjadi di Malaysia. Kita se­mua telah kehilangan komitmen terhadap perkembangan olahra­ga ini dan hal itu terus merosot se­tiap tahun,” kata Taufik seperti di­lansir media masa Malaysia, The Star.

“Saat saya akan mundur, In­donesia tinggal bergantung ke­pa­da Simon Santoso dan Hayom Rumbaka.  Yang lainnya mana!? Hayom pun ternyata tidak mam­pu mengatasi tekanan yang be­rat,” kata Taufik lagi.

Di sisi lain, ganda putra Mar­kis Kido/Hendra Setiawan me­nolak tampil di Olimpiade Lon­don. Padahal, kata Taufik, mere­ka bisa lolos apabila mengikuti Australia Terbuka. “Di mana ko­mitmen mereka? PBSI harus be­kerja lebih keras lagi untuk men­cari pemain-pemain berkualitas. Budaya yang sekarang berkem­bang harus segera diubah,” ujar pebulutangkis asal Bandung ini.

Namun  Taufik juga meng­kha­watirkan perkembangan bulu tang­kis secara global. Menurut dia, federasi bulu tangkis dunia (BWF) harus mengubah peratu­ran kualifikasi Olimpiade yang ada. “Mereka harus mengubah dan memperketat peraturan me­reka.  Saya muak melihat taktik wal­kover yang sering dilakukan saat terjadi pertandingan antar­se­sama pemain China,” tandas­nya.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya