Berita

keluarga korban/jbc

TRAGEDI SUKHOI

Para Psikolog Siap Berbulan-bulan Jadi Teman Curhat

SELASA, 22 MEI 2012 | 14:10 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

RMOL. Himpunan Psikologi Indonesia Wilayah Jakarta Raya mengerahkan 12 anggotanya untuk mendampingi keluarga korban pesawat Sukhoi Superjet 100 yang hari ini diizinkan melihat jenazah korban di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, (Selasa 22/5).

Ketua Himpunan Psikologi Indonesia Wilayah Jakarta Raya, Johannes Rumeser, menjelaskan, setiap psikolog bertugas untuk melakukan konseling kepada keluarga korban sebelum keluarga memutuskan mau atau tidak untuk melihat kondisi jenazah kerabat kita.

Hari ini, psikolog yang dikerahkan bertugas mendampingi dan menjadi tempat curhat bagi keluarga korban. Tugas psikolog adalah memberikan gambaran jenazah secara umum, nanti keluarga yang putuskan untuk melihat atau tidak.


"Ada yang ingin ditemani, ada yang mau sendiri, berdasarkan diskusi baru mereka akan diantar atau sendiri," terang Johannes.

Pelayanan konseling atau konsultasi psikologi tetap dibuka untuk keluarga korban dengan batas waktu hingga 6 bulan.

"Karena masa sedih mendalamnya itu biasanya satu pekan sampai satu bulan. Setelah itu baru bisa tenang lagi," lanjutnya.

"Ada juga yang konsul juga untuk bertanya bagaimana caranya untuk bercerita ke anaknya untuk memberi tahu bahwa ayahnya sudah meninggal," imbuhnya.

Dalam proses melihat jenazah, ada aturan yang harus dijalankan oleh keluarga,. Antara lain, maksimal tiga orang yang harus melihat selama batas waktu tertentu. Sedangkan untuk anggota keluarga yang berumur di bawah 11 tahun tidak diperkenankan melihat karena dikhawatirkan menimbulkan trauma mendalam.[ald]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya