Berita

kementerian kehutanan

Darori: Greenpeace Tidak Pernah Menguji Kertas

SELASA, 22 MEI 2012 | 07:11 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Kementerian Kehutanan tengah melakukan uji DNA terhadap contoh kayu ramin yang diberikan Greenpeace. Dari pengujian ini nanti akan diketahui pasti apakah benar contoh kayu ramin itu berasal dari area konsesi Asia Pulp & Paper (APP), atau bukan.

Demikian disampaikan Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan, Darori, dalam keterangan di Jakarta kemarin (Senin, 21/5).

Menurut Darori pengujian serupa pernah dilakukan tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) sekitar satu hingga dua tahun lalu. Hasil pengujian tersebut memperlihatkan tidak menemukan kandungan ramin dalam kayu yang dijadikan sample.

"Greenpeace tidak pernah menguji kertas (yang diproduksi APP). Greenpeace hanya menguji kayu," ujar Darori.

"Apakah kayu ini  mereka ambil dari area APP atau dari tempat lain? Untuk itu, Kementerian akan merespon dengan melakukan uji kertas," sambungnya.  

Selain itu, Kementerian Kehutanan juga meminta APP untuk mengajukan perizinan tebang pohon ramin. Ramin masuk dalam kategori tanaman yang boleh ditebang asal mengajukan izin kepada Menteri Kehutanan. 

"Rekomendasi izin menebang kayu ramin itu untuk menjaga hal yang tidak diinginkan seperti bercampurnya ramin. APP nantinya juga harus mengembangkan ramin," ujar Darori lagi.

Kayu Ramin dihasilkan oleh pohon yang termasuk marga atau genus Gonystylus dari suku atau famili Tyhmelaeaceae. Pohon ramin biasanya ditemukan di daerah rawa gambut dalam hutan alam. Di Indonesia diperkirakan terdapat sekitar sepuluh jenis pohon ramin.

Bulan Maret lalu dalam laporan bertajuk "The Ramin Paper Trail" LSM Greenpeace menuding salah satu anak perusahaan APP, Indah Kiat Perawang, di Riau menggunakan kayu ramin. Disebutkan Greenpeace dalam laporan itu mereka memperoleh contoh kayu dalam investigasi yang dilakukan selama satu tahun. Contoh kayu telah dibawa ke sebuah laboratorium di Jerman. [guh]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya