Berita

ilustrasi/ist

KAYU RAMIN APP

Diduga Ada Motif Persaingan Dagang di Balik Tudingan Greenpeace

SENIN, 21 MEI 2012 | 18:50 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Pihak pemerintah menduga LSM asing Greenpeace mengenai penggunaan kayu ramin oleh Asia Pulp & Paper (APP) dilatarbelakangi persaingan dagang. Dugaan ini muncul karena Greenpeace hanya menguji kayu bukan kertas produk APP.

  Hal itu disampaikan Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan, Darori, siang tadi dalam pembicaraan dengan wartawan di Jakarta (Senin, 21/5).

"Itu (penebangan ramin) bukan dilakukan APP. Itu kesalahan dari pemasok kayu pulp," kata Darori menjelaskan kembali tuduhan yang disampaikan beberapa waktu lalu.

Dari evaluasi sementara yang dilakukan tim Kementerian Kehutanan, tampaknya penebangan ramin dilakukan oleh pemasok kayu pulp untuk APP di Riau dan Kalimantan. APP sendiri diakatakan tidakmengolah ramin sebagai bahan baku kertas, tapi menyisihkannya karena tidak mempunyai nilai ekonomis. 

"Kayu ramin lebih cocok untuk bahan baku furnitur karena kualitasnya lebih bagus dan kuat.  Bukan berarti kalau ramin dijadikan bubur kertas, kertasnya menjadi wangi," tambahnya.

Darori juga menyesalkan sikap Greenpeace yang seakan lepas tangan karena setelah melaporkan ke Mabes Polri dan Kementerian Kehutanan tidak bersedia terlibat dalam tim investigasi.

"Seharusnya, siap melapor siap menjadi saksi. Siap duduk di kursi panas. Jadi saksi itu tidak sembarangan. Kalau saksi berbohong dapat menjadi tersangka," tegasnya.

Dugaannya bahwa mungkin sekali ada motif persaingan dagang di balik tuduhan itu didasarkan pada catatan yang dimiliki APP.

Misalnya, tuduhan itu sempat membuat Australia mengembargo APP. Tetapi setelah diberikan penjelasan mengenai kasus ini oleh pihak Kementerian Kehutanan, pihak Australia mencabut embargo. [guh]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Penumpang Melonjak di Libur Sekolah, Whoosh Hadirkan Promo Wisata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:57

Razman Dieksekusi

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:29

Purbaya Bantah Restitusi Pajak Ditahan, Tuding Ada Permainan Oknum DJP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:51

Dari Kandang ke Kanopi Hutan: Tiga Orangutan Hasil Rehabilitasi Kembali ke Alam Liar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:45

Perjalanan Tengkar KH Miftachul Akhyar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:52

Punya Integritas, Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:34

Terus Meningkat, Mayoritas Publik Tak Puas Kinerja Wapres Gibran

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:22

Dikuasai Gaya Hidup, Pasar Indonesia Diincar Asing

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:41

Polisi Tangkap Perantara Jual Beli Sabu 1 Kg di Pasar Baru

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:29

JK Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana Bekas Kantor Polisi di Melbourne

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:00

Selengkapnya