Berita

Marsekal Madya TNI Daryatmo

Wawancara

WAWANCARA

Marsekal Madya TNI Daryatmo: Hari Ini Tim Turun Ke Dasar Jurang Cari Korban Sukhoi & Black Box

RABU, 16 MEI 2012 | 11:31 WIB

RMOL. Sudah sepekan tim Badan SAR Nasional  melakukan evakuasi korban pesawat Sukhoi Superjet 100 yang menabrak tebing Gunung Salak. Tapi hanya berhasil mengevakuasi 29 kantong jenazah.

Padahal dalam ketentuan evakuasi, pencarian korban dapat dihentikan jika telah berlangsung selama tujuh hari.

Meski demikian Kepala Badan SAR Nasional  (Basarnas) Mar­sekal Madya TNI Daryatmo tetap semangat untuk mencari korban hingga ke dasar jurang. Hari ini (16/5) rencananya tim SAR yang di­bantu Polri, TNI, Paskhas (Pa­sukan Khas Angkasa) akan turun ke kedalaman 500 meter di ba­wah jurang untuk mencari sisa korban dan black box.

Berikut kutipan selengkapnya:


Apa ke-29 jenazah sudah di­bawa ke Jakarta?

Ya. Perkembangan terakhir sebanyak 29 kantong jenazah sudah dibawa ke Jakarta.


Pencarian sudah tujuh hari, kenapa belum berhasil secara tuntas?

Medannya memang sulit. Wa­laupun dalam ketentuan selama tujuh hari pencarian korban dapat dihentikan, tapi saya tidak akan menghentikan operasi. Sebab, saya menduga masih ada bebe­rapa body part yang harus saya evakuasi di sana.

Tim kami yang terdiri dari Polri, TNI, Paskhas (Pasukan Khas Angkasa), dan Basarnas sepakat untuk turun sampai ke­dalaman 500 meter ke bawah ju­rang, untuk melakukan eva­kuasi korban dan black box jika me­mungkinkan.


Saat ini black box berada di kedalaman 500 meter ke bawah jurang?

Ya, karena apa black box biasanya berada di ekor pesawat, tapi karena pesawatnya terpecah belah dan tercerai berai, sehingga isinya pun tercerai berai. Yang sudah kami temukan-kan hanya alat komunikasi saja, tetapi black box-nya belum ditemukan.


Berapa lama untuk dapat men­capai kedalaman 500 me­ter ke bawah jurang?

Ooo,  itu lama.


Apa yakin black box bisa di­dapatkan?

Kita tidak bisa memastikan karena sedemikian sulitnya. Sebab,  black box beratnya hanya 5 kilogram, tentu bisa terjatuh di semak-semak.


Apa yakin black box bisa di­dapatkan?

Kita tidak bisa memastikan karena sedemikian sulitnya. Sebab,  black box beratnya hanya 5 kilogram, tentu bisa terjatuh di semak-semak.


Targetnya semua penum­pang Sukhoi ditemukan ya?

Ya. Tujuan kami dan harapan kami seperti itu. Tapi kami pun harus mempertimbangkan tim-tim yang akan mulai turun ke bawah jurang besok (hari ini).


Langkah apa yang akan di­la­kukan Basarnas agar pen­carian di dalam jurang terse­but efektif?

Kami akan mengurangi jumlah orang yang melakukan evakuasi.


Kenapa dikurangi?

Dikurangi itu karena sekarang menuju satu titik yang sangat berat. “Kalau terlalu banyak orang malah tidak efektif. Kami orien­tasikan pada kuantitas bukan kualitas, karena pencarian ini kan sampai radius 500 meter dari titik jatuhnya pesawat. Dan kita sudah sisir semua lokasi dari titik jatuh­nya pesawat, sekarang tinggal di bawah. Di bawah itu saya harap­kan orang-orang yang betul-betul profesional, orang-orang yang biasa melakukan itu seperti Ko­pasus, Basarnas, Pas­khas, Mari­nir, dan sebagainya.


Jumlahnya berapa orang kira-kira?

Dari Basarna 50 orang. Se­be­lumnya pada awal pencarian tim Basarnas diturunkan 75 orang. Kalau yang dari Polri, Marinir, Paskhas dan Angkatan Darat, saya serahkan kepada ke­tua tim­nya berapa yang akan diturunkan.


Ada anggapan kerja Basar­nas lambat, tanggapan Anda?

Saya tidak pernah dengar ada yang menganggap Basarnas lambat. Tapi kalau ada penilaian seperti itu, ya saya silahkan ke­pada mereka menilai seperti apa.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya