Berita

kim yong-nam/ist

Istana: Orang Nomor Dua Korut Tiba di Indonesia 13 Mei

SELASA, 08 MEI 2012 | 12:06 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Tokoh penting nomor dua di negara komunis Korea Utara, Kim Yong-nam, bakal mengunjungi Indonesia. Kim Yong-nam adalah Presiden Presidium Majelis Rakyat Tertinggi Republik Demokratik Rakyat Korea (RDRK) yang mengukuhkan Kim Jong-un sebagai Pemimpin Korea Utara menggantikan mendiang Kim Jong-il pada Desember tahun lalu.

Staf Khusus Presiden bidang Luar Negeri, Teuku Faizasyah, menyampaikan, Kim Yong-nam akan tiba di Jakarta pada Minggu (13/5) dan dijadwalkan baru diterima Presiden SBY pada Selasa (15/5).

"Belum diketahui apakah Beliau akan langsung meninggalkan Indonesia setelah diterima Presiden atau keesokan harinya. Tapi biasanya, akan pulang esok harinya," ujar Faizasyah kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Selasa, 8/5).


Sebelum diterima Presiden, lanjut Faizasyah, tangan kanan Kim Jong-un itu melakukan agenda-agenda kunjungan, yang diakuinya, masih dalam tahap finalisasi.

Dia katakan, Indonesia adalah salah satu dari sedikit negara yang punya hubungan diplomatik dengan Korea Utara. Kunjungan kenegaraan itu membuktikan hubungan bilateral dan diplomatik yang baik antara kedua negara dan mempunyai tujuan mencari peluang kerjasama yang baru.

Kunjungan kenegaraan Presiden RI ke Pyongyang pernah terjadi kala Megawati Soekarnoputri menjabat, pada tahun 2002. Setiba di lapangan terbang, Mega yang melakukan kunjungan tiga hari kala itu dijemput langsung oleh Kim Yong-nam yang menjadi orang nomor dua pemimpin Korut, Kim Jong-il.

Tiga tahun setelah itu, Kim Yong-nam mengunjungi Jakarta untuk peringatan 50 tahun Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika pada April 2005. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya