Berita

anas urbaningrum/ist

POLING

Menurut 83,1 Persen Responden, Anas Calon Tersangka

SENIN, 07 MEI 2012 | 18:00 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Sulit sekali bagi Anas Urbaningrum berkelit dan mengatakan dirinya sama sekali tidak terlibat di pembangunan pusat olahraga Hambalang di Jawa Barat. Bahkan, pemeriksaan kader terbaik Susilo bambang Yudhoyono itu sudah direncanakan KPK.

Jurubicara KPK, Johan Budi, memastikan lembaganya bakal memanggil Anas Urbaningrum. Dugaan keterlibatan Anas di dugaan korupsi Hambalang sedang diselidiki. Dugaan korupsi proyek Hambalang muncul setelah mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, mengatakan bahwa PT Adhi Karya yang merupakan kontraktor proyek Hambalang, menyetor uang untuk kongres Partai Demokrat tahun 2010 lalu.

Proyek pembangunan stadion tersebut diketahui menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 1,52 triliun. Kemudian, Nazaruddin menyebutkan bahwa dana Rp 50 miliar yang digelontorkan saat kongres Demokrat pada Januari 2010 berasal dari proyek Hambalang. Selain itu, Nazaruddin juga mengatakan bahwa uang dari proyek Hambalang juga mengalir ke kantong Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum dan sejumlah politikus partai bentukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.


Anas terlibat saat masih menjabat anggota DPR tahun 2009. Dia terlibat dalam lobi-lobi Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar segera menerbitkan sertifikat Hambalang yang beberapa tahun bermasalah.

Anggota Komisi II DPR dari Demokrat, Ignatius Mulyono, mengaku pernah disuruh Anas (saat itu Ketua Fraksi Demokrat di DPR) untuk menanyakan ke BPN mengapa pengurusan sertifikat tanah Hambalang berjalan lamban. Sampai sejauh ini, di titik tersebut keterlibatan Anas diketahui.

Peran Anas yang terbuka ke publik baru sebatas menyuruh Ignatius bertanya ke BPN. Informasi yang diperoleh dari internal KPK, sertifikat Hambalang itu dikirim langsung ke ruangan kerja Anas Urbaningrum oleh Kepala BPN Joyo Winoto.

Ketika Rakyat Merdeka Online membuka poling soal kasus Hambalang ini, antusiasme pembaca sangat hangat. Pertanyaannya, setelah Angelina Sondakh, menurut Anda mungkinkah Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum menjadi tersangka berikutnya dalam kasus yang disebut-sebut melibatkan dirinya?

Hingga beberapa saat lalu poling ditutup, 83,1 persen responden menjawab Pasti. Dan hanya 11,8 persen yang menyatakan tidak mungkin Anas bakal menjadi tersangka. Sisanya, 5,1 persen mengaku ragu-ragu.

Kini, publik tinggal menunggu profesionalitas KPK dalam menangani kasus Hambalang. Apresiasi kepada KPK sudah layak diberikan karena lembaga itu tidak takut menahan politisi partai penguasa seperti Nazaruddin dan Angelina Sondakh. Apakah Anas pantas dijadikan tersangka, KPK yang punya wewenang menentukan terlepas dari tekanan publik dan kepentingan politik pihak lain. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya