Berita

tb hasanuddin/ist

TB Hasanuddin: Tidak Tepat Jika Menyalahkan Peradilan Milter

SABTU, 05 MEI 2012 | 09:41 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Fenomena peningkatan pelanggaran hukum dan tindakan arogan yang dilakukan oleh aparat TNI atau Polri sangat memprihatinkan akhir-akhir ini. Mulai dari kasus geng motor, koboy Palmerah dan terakhir penodongan oleh sembilan polisi mabuk di Manado.

"Menurut saya, salah satu penyebab utamanya antara lain kurangnya pendidikan disiplin dan hukum di lingkungan aparat sehingga perlu ditingkatkan secara serius oleh lembaga masing-masing," kata Wakil Ketua Komisi I DPR, Mayjen (Purn) TB Hasanuddin, lewat pesan singkat.

Dia tegas menolak anggapan bahwa penyebab utama peningkatan pelanggaran hukum oleh TNI karena penerapan peradilan militer bagi anggotanya. TB Hasanuddin menolak pendapat itu karena di dalam peradilan militer sanksi justru jatuh lebih keras dan memberatkan.


"Dalam peradilan militer justru sanksinya lebih keras dan berat karena menggunakan dua pendekatan, pendekatan disiplin dan pendekatan norma hukum, sanksi pada umumnya lebih berat dari peradilan umum," terang dia.

Dia tegaskan, para komandan satuanlah yang harus mampu mengendalikan bawahannya dan memberi contoh yang baik, terkait prosedur penggunaan senjata dan aturan di lingkungan masing-masing harus benar-benar diterapkan.

"Para perwiranya harus bertanggung jawab atas setiap kelakuan anak buahnya," tegasnya.

Untuk menambah argumentasinya, dia ungkapkan fakta bahwa meskipun Polri sudah menggunakan peradilan umum untuk menindak anggota yang melanggar hukum, tapi jumlah pelanggaran yang dilakukan oleh anggotanya tetap saja terjadi.

Dia pada dasarnya setuju peradilan umum harus diberlakukan untuk siapapun, termasuk anggota TNI, karena memang tuntutan reformasi dan bukan karena pelanggaran hukum perorangan.[ald]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya