Berita

ilustrasi, motor skutik

Otomotif

Honda Klaim Rajai Segmen Skutik

Penjualan Naik 61,6 Persen
SABTU, 05 MEI 2012 | 08:08 WIB

RMOL.Lagi-lagi PT Astra Honda Motor (AHM) mengklaim, men­­dominasi pasar skutik di industri otomotif. Berdasarkan data penjualan Asosiasi Indus­tri Sepeda Motor Indonesia (AISI), total penjualan skutik pada Januari-Maret tercatat 1.054.103 unit atau tumbuh 9,5 persen dibanding periode se­be­lumnya 962.328 unit.

Direktur Marketing AHM Margono Tanuwijaya menga­ta­kan, dengan pencapai terse­but, pangsa pasar skutik Honda pada kuartal 1-2012  naik jadi 61,6 persen dibandingkan pe­riode sebelumnya 53,8 persen.

Pada segmen Low AT de­ngan harga di bawah Rp 12,5 juta, total penjualan mencapai 463.941 unit atau turun 15,3 persen dibanding periode Ja­nuari-Maret 2011 sebesar 547.914 unit.

Kendati mengalami penuru­nan, ujar Margono, pangsa pa­sar Honda justru meningkat 24,4 persen dari 43,4 persen pada triwulan pertama 2011 men­jadi  67,7 persen pada pe­riode 2012. Di segmen ini, Beat masih menjadi anda­lan Honda karena berhasil men­cetak  penjualan 314.263 unit semen­tara periode sebelum­nya hanya 237.631 unit.

“Honda Beat merupakan trendsetter skutik di kalangan remaja yang memiliki fitur kea­manan terlengkap seperti stan­dar samping otomatis di mana mesin tidak dapat dinya­lakan apabila posisi turun dan Brake Lock yang berfungsi untuk men­cegah motor loncat saat dinyalakan,” jelas Margono.

Sedangkan di segmen High AT dengan harga di atas Rp 12,5 juta, total penjualannya mencapai 590,162 unit atau naik 42 persen dibandingkan dengan periode Januari-Maret 2011 yang hanya 414.414 unit.

Di segmen ini, Honda men­dominasi dengan pangsa pasar 56,9 persen setelah berhasil menjual  335,531 unit atau naik 19,6 persen dibanding periode sebelumnya 280.505 unit. Pada

Pada segmen ini, kata, Mar­gono, AHM memiliki bebe­rapa model skutik, yaitu Honda Vario Series, Honda Scoopy, Honda Spacy dan Honda PCX. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kemitraan PLN Perkuat KDKMP jadi Penggerak Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:16

Pemerintah Serap Masukan Akademisi hingga Peneliti untuk Perkuat Ekonomi Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:53

Tak Hanya Tunjuk Kepala Baru, Pemerintah Diminta Serius Benahi BNPB

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:23

BUK dan Bukti Kegagalan SKK Migas

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:59

Korupsi Dana Bencana Bentuk Pengkhianatan terhadap Amanah Kemanusiaan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:29

Wajah Muda Kemiskinan yang Berubah

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:58

Maruli Berjabat Tangan dengan Gibran

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:29

Lokasi Ledakan di Pasar Cimanggis-Ciputat Bukan SPPG

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:00

Selain Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala Perwakilan BPK Jateng Ahmad Luthfi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:45

Perpaduan Kekuatan Laut dan Udara Warnai Demo Pendaratan Amfibi di Pantai Banongan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:08

Selengkapnya