Berita

ilustrasi, Kanker Hati

Kesehatan

Serem... Pria Lebih Retan Kena Kanker Hati Dibanding Wanita

Kurang Istirahat & Olahraga
JUMAT, 04 MEI 2012 | 08:18 WIB

RMOL.Kaum pria dinilai lebih retan terkena kanker hati dibandingkan wanita. Bahkan jumlah penderitanya bisa tiga kali lebih banyak dari wanita. Duh serem....!

Demikian disampaikan ahli pe­nyakit dalam sekaligus guru be­sar dari Fakultas Kedokteran Uni­versitas Indonesia Prof dr H Ali Sulaiman dalam diskusi me­dia di Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Aktivitas pria di luar lebih ba­nyak dibandingkan wanita, se­hing­ga pria lebih retan terkena kanker hati. Perbandingannya se­kitar tiga banding satu sampai enam banding satu dan biasanya terjadi pada pasien di usia 40 sampai 50 tahun,” ujarnya.

Kata Ali, ada beberapa fak­tor yang bisa memicu dan me­nye­babkan pria lebih riskan ter­kena kanker hati. Di antaranya perbe­daan hormonal dan ekspo­sur.

“Selain banyak melakukan akti­vitas di luar, infeksi virus hepatitis B dan C yang diduga penyebab uta­­ma kanker hati ternyata lebih ba­nyak ditemui pada pria,” ujarnya.

Namun, lanjut Ali, sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti menga­pa laki-laki lebih banyak men­de­rita penyakit kan­ker hati diban­ding wanita, bah­kan bisa sampai tiga kali lipatnya.

Ketua Umum Yayasan Kanker In­donesia (YKI) Prof Dr dr Nila Moeloek SpM (K) men­je­laskan, kanker hati atau Hepo­tema me­rupakan suatu pro­ses kega­nasan pada organ hati, baik primer mau­pun sekunder. Pada kan­ker hati primer, artinya sel-sel kanker mulai tumbuh dari sel hati itu sendiri yang selan­jut­nya bisa menyebar dan merusak or­gan lain.

“Sedangkan pada kanker hati se­kunder, disebabkan ada­nya proses penyebaran kanker dari tempat lain. Misalnya dari kanker saluran pencernaan, kan­ker paru, kanker payudara dan lainnya,” katanya.

Di Indonesia, imbuh Nila, sebagian besar pasien kanker hati terdiagnosis pada stadium me­nengah hingga lanjut. Hal ini di­karenakan gejala jarang mun­cul pada stadium awal.

Adapun gejala kanker hati yang dirasakan oleh penderita, di antaranya timbul rasa nyeri dan benjolan di perut kanan atas, kembung, nafsu makan turun, perut terasa penuh, berat badan turun drastis, badan lesu, mual dan muntah, kulit dan mata ber­warna kuning, tinja berwarna pu­cat dan air seni berwarna gelap.

Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Ke­dok­teran Universitas Indonesia (UI) Prof Laurentius A Lesmana me­nam­bahkan, faktor kegemukan, genetik dan resistensi insulin bisa menyebabkan penumpukan le­mak di hati serta bisa menjadi si­ro­sis atau pengerasan hati.

“Maka sangat diperlukan, ga­ya hidup sehat, seperti olahraga dan makan makanan bergizi da­lam jumlah cukup, tidak ber­lebihan, setidaknya bisa mence­gah kanker hati,” jelas Lesmana.

Menurut data yang di­him­pun­nya di RS Medistra pada 2010, kan­ker hati disebabkan virus hepatitis B 43,7 persen, virus he­patitis C 26,2 persen dan bukan oleh virus 30,2 persen. “Bukan hanya virus yang bisa menye­babkan penya­kit kanker hati. Pola hidup tidak sehat juga turut andil me­m­per­parah kon­disi penderita kanker hati,” katanya. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR Khawatir Pekerjaan Debt Collector jadi Ilegal, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:43

Keripik Pisang Lokal Besutan Rumah BUMN BRI Tembus Malaysia dan Hong Kong

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:19

Menlu China Mesra dengan Luhut, Sejumlah Tawaran Kerja Sama Mengalir

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:54

Program Gerakan “Warga Peduli Warga” Jaringan Aktivis 98 Berlanjut di Lampung

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:28

Sejumlah Elemen Mahasiswa Ogah Ikut Demo AMPB 27 Agustus, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:10

Ribuan Warga Meriahkan Panggung Rakyat Merdeka PANsar Murah di Kendal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:50

BRI Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Alpha Southeast Asia 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:28

DPR Tekankan Penguatan Pengendalian Lingkungan untuk Hentikan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:58

YLBHI Dorong Bareskrim Usut Perwira Diduga Terlibat Penipuan Investasi Tambang Emas

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:14

Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda, Produk UMKM Asal Sumut Berdaya Bersama BRI

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:55

Selengkapnya