Berita

Keretakan di Golkar Jatuhkan Citra Si Calon Pengantin

SELASA, 01 MEI 2012 | 23:13 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Ketegangan antara tiga petinggi Golkar, Aburizal Bakrie atau Ical (ketua umum) dengan Akbar Tanjung (ketua Dewan Pertimbangan) dan Muntasir Hamid (Ketua DPD II Golkar Banda Aceh) sudah sangat merugikan citra Golkar.

"Jika ini tidak diatasi secepatnya, maka lambat atau cepat citra Ical juga ikut tercemar, padahal dia adalah calon pengantin pada 2014, yang  akan  terganggu di mata masyarakat yang baru mau dibujuk," kata eks Ketua DPP Golkar 2004-2009, Zainal Bintang, dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, beberapa saat lalu (Selasa malam (1/5).

Zainal Bintang menganjurkan ketiga kubu tersebut supaya berkomunikasi dengan baik.Ketegangan ini sangat merugikan citra Golkar seolah-olah tokoh-tokohnya satu sama lain sudah patah arang.


Muntasir Hamid, yang mengaku sudah mengantongi restu Akbar Tanjung untuk menolak percepatan Rapimnassus, menyebut Ical terlalu memaksakan dirinya ditetapkan sebagai Capres hanya dengan dasar pernyataan aklamasi 27 DPD I yang tidak demokratis prosesnya dan kurang kuat validitasnya.

Menurut Muntasir, puncak demokrasi di Golkar adalah penggunaan model konvensi di tahun 2004 untuk menjaring Capres. Kepemimpinan di Golkar, menurut AD/ART, bersifat kolektif kolegial, tidak boleh selera pribadi Ketua Umum saja dengan dukungan segelintir elit penguruis yang baru beberapa hari jadi kader Golkar.

“Pendeknya ring satu Ical di Golkar itu perlu dirombak dan dievaluasi. Berbahaya kalau karakternya selalu konfrontatif dan main kekuasaan," ujar Muntasir.[ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Dokumen dan BBE Usai Geledah Rumah Mewah Anggota Polri Yayat Sudrajat

Kamis, 10 September 2026 | 20:17

Pendalaman Fakta dan Penegakan Hukum Transparan Diperlukan di Kasus DJKA

Kamis, 10 September 2026 | 20:12

Tim 9 Kejagung Temukan Bukti Pemerasan Febrie di Kasus Jiwasraya

Kamis, 10 September 2026 | 20:05

Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026

Kamis, 10 September 2026 | 19:58

Waketum Golkar: Prabowo Konsisten Satukan Berbagai Warna Politik untuk Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 19:50

Rombak Ratusan Pejabat, Purbaya Minta Kemenkeu Bergerak Lebih Cepat

Kamis, 10 September 2026 | 19:40

Iwakum Dorong Pengerahan Maksimal Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 | 19:31

Menyoal Kasus Dadan Cs, JMI: Jangan Ramai di Awal, Lalu Hilang di Tengah Jalan

Kamis, 10 September 2026 | 19:14

Polisi Siap Sikat Penimbun Masker di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 | 19:01

Pembagian 50:50 Kuota Haji Tambahan Ternyata Kebijakan Gus Yaqut

Kamis, 10 September 2026 | 18:45

Selengkapnya