Berita

Shukri Ghanem/ist

Dunia

Bekas Perdana Menteri Kadhafi Tewas di Kali

SENIN, 30 APRIL 2012 | 08:54 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Shukri Ghanem jelas bukan orang biasa di Libya. Ketika Muammar Kadhafi berkuasa, Ghanem adalah salah satu tokoh kunci yang berperan di balik industri minyak Libya.

Ia adalah Perdana Menteri Libya dari tahun 2003 hingga 2006. Lalu menduduki kursi Menteri Perminyakan hingga tahun 2011.

Bulan Juni 2011, menjelang kejatuhan Kadhafi, Ghanem membelot. Bersama keluarganya ia melarikan diri ke Austria. Adapun Kadhafi sang pemimpin Libya tewas dibunuh pemberontak di bulan Oktober 2011.

Di negeri Eropa itu Ghanem bekerja sebagai konsultan sebuah perusahaan di Vienna. Hari Minggu waktu setempat (29/4) pria berusia 69 tahun itu ditemukan tewas di Kali Danube.

Jurubicara kepolisian Vienna, Roman Hahslinger, seperti dikutip BBC mengatakan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di mayat Ghanem. Menurut polisi, Ghanem meninggalkan rumahnya Minggu pagi.

Tubuh Ghanem ditemukan pertama kali oleh seorang pejalan kaki yang melintas di bawah jembatan di taman yang memang menjadi salah satu tujuan wisata di kota itu.

Menurut Hahslinger, tubuh Ghanem ditemukan tanpa petunjuk identitas mengenai dirinya. Yang ada hanya identitas perusahaan tempat ia kini bekerja. Adalah seorang pekerja di perusahaan itu yang kemudian mengenali jenazah Ghanem.

"Tidak ada tanda-tanda kekerasan yang memperlihatkan seseorang mendorongnya ke sungai. Tetapi mungkin juga dia tiba-tiba sakit dan terjatuh ke air," kata Hahslinger dalam penjelasannya. [guh]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya