Berita

ilustrasi/ist

Inilah Cara Memperlakukan Anggota DPR yang Hanya Clingak-clinguk di Luar Negeri Versi Indro

SABTU, 28 APRIL 2012 | 09:06 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Kluyar-kluyur dalam keadaan negara hancur, sangat tidak etis dan pasti ngawur. Studi banding adalah kedok ilmiah yang digunakan anggota DPR RI ketika berjalan-jalan di luar negeri. Dibandingkan sesi formal, kunjungan lebih banyak disita berbagai kegiatan informal mulai dari belanja sampai berfoto ria di tempat-tempat yang impresif.

"Inilah reses anggota DPR yang anarkhis. Celakanya target untuk menyelesaikan berbagai undang-undang banyak yang mundur atau tertunda."

Begitu kritik aktivis Sukmadji Indro Tjahyono terhadap kunjungan anggota DPR RI ke luar negeri di masa reses. Beberapa hari lalu, Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Jerman menolak kehadiran rombongan Komisi I yang dipimpin Hayono Isman karena dinilai tidak tepat.

"Kecaman terhadap kegiatan DPR yang dinamakan studi banding ini sudah dilakukan bertubi-tubi. , Tapi boro-boro kapok malah digenjot habis," ujarnya.

Menurut dia, sudah sepatutnya wakil-wakil rakyat yang berkhianat terhadap aspirasi rakyat itu diberi "pelajaran" yang lebih keras lagi.

"Menolak kenaikan harga BBM saja ogah-ogahan, masih bisa nglencer pakai uang rakyat. PPI di seantero dunia sudah harus mencegat kunjungan mubazir dari anggota DPR. Bahklan sejak landing di airport. KBRI harus diblokir biar mereka tidak dimanjakan oleh anggaran Kementerian Luar Negeri," kata Indro lagi.

Masih menurut Indro, bukan hanya kunjungan anggota DPR yang tidak jelas yang harus diperlakukan seperti itu.

"Orang-orang pemerintah yang ke luar negeri cuma mau clingak-clinguk habiskan jatah SPJ juga harus diberi pelajaran. Kebangetan amat dah," demikian Indro. [guh]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Penumpang Melonjak di Libur Sekolah, Whoosh Hadirkan Promo Wisata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:57

Razman Dieksekusi

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:29

Purbaya Bantah Restitusi Pajak Ditahan, Tuding Ada Permainan Oknum DJP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:51

Dari Kandang ke Kanopi Hutan: Tiga Orangutan Hasil Rehabilitasi Kembali ke Alam Liar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:45

Perjalanan Tengkar KH Miftachul Akhyar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:52

Punya Integritas, Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:34

Terus Meningkat, Mayoritas Publik Tak Puas Kinerja Wapres Gibran

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:22

Dikuasai Gaya Hidup, Pasar Indonesia Diincar Asing

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:41

Polisi Tangkap Perantara Jual Beli Sabu 1 Kg di Pasar Baru

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:29

JK Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana Bekas Kantor Polisi di Melbourne

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:00

Selengkapnya