Berita

tb hasanuddin/pribadi

BENTROK APARAT

Presiden, Jangan Ada Kesan Pembiaran!

SENIN, 23 APRIL 2012 | 15:17 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Perkelahian antara anggota Brimob Polri dan anggota Kostrad TNI AD di Gorontalo menunjukkan dua hal.

"Pertama, bahwa keakraban yang ditunjukkan TNI dan Polri selama ini di depan publik diindikasikan semu," kata Wakil Ketua Komisi I DPR, Mayjen (Purn) TB Hasanuddin, kepada Rakyat Merdeka Online, Senin (23/4).

Kegiatan yang sering dilakukan bersama-sama antara Polri dan TNI itu berupa kegiatan bersama antar Mabes TNI dan Mabes Polri.


"Harus diakui diantara para perwira tingginya memang akrab, tapi tidak seperti itu pada level bawah," lanjut mantan Sekretaris Militer Presiden itu.

Hal kedua yang bisa ditangkap adalah disiplin para prajurit kedua aparat masih rendah. Dengan enteng mereka melepaskan tembakan membabi buta untuk sesuatu yang tak jelas, padahal pelurunya dibeli dengan uang rakyat.

"Panglima TNI dan Kapolri harus memberi tindakan keras kepada para pelakunya, kalau perlu copot Komandan Batalyon Kostrad-nya dan Dansat Brimob-nya," seru TB Hasanuddin.

Menurut dia, Presiden SBY harus mampu mengendalikan kedua lembaga bersenjata itu lewat Panglima TNI dan Kapolri.

"Ini penting jangan sampai rakyat menangkap kesan terjadinya pembiaran," tandasnya.[ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Dokumen dan BBE Usai Geledah Rumah Mewah Anggota Polri Yayat Sudrajat

Kamis, 10 September 2026 | 20:17

Pendalaman Fakta dan Penegakan Hukum Transparan Diperlukan di Kasus DJKA

Kamis, 10 September 2026 | 20:12

Tim 9 Kejagung Temukan Bukti Pemerasan Febrie di Kasus Jiwasraya

Kamis, 10 September 2026 | 20:05

Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026

Kamis, 10 September 2026 | 19:58

Waketum Golkar: Prabowo Konsisten Satukan Berbagai Warna Politik untuk Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 19:50

Rombak Ratusan Pejabat, Purbaya Minta Kemenkeu Bergerak Lebih Cepat

Kamis, 10 September 2026 | 19:40

Iwakum Dorong Pengerahan Maksimal Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 | 19:31

Menyoal Kasus Dadan Cs, JMI: Jangan Ramai di Awal, Lalu Hilang di Tengah Jalan

Kamis, 10 September 2026 | 19:14

Polisi Siap Sikat Penimbun Masker di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 | 19:01

Pembagian 50:50 Kuota Haji Tambahan Ternyata Kebijakan Gus Yaqut

Kamis, 10 September 2026 | 18:45

Selengkapnya