Berita

Dunia

Dubes Iran: Tentara Iran Menjaga Kedaulatan dan Perdamaian

JUMAT, 20 APRIL 2012 | 20:34 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Republik Islam Iran tidak pernah takut menghadapi ancaman dari pihak manapun. Catatan sejarah memperlihatkan bahwa Iran selalu berada dalam posisi membela diri dari agresi negara lain.

Demikian disampaikan Duta Besar Republik Islam Iran Mahmoud Farazandeh dalam peringatan ulang tahun Tentara Republik Islam Iran, di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat malam (20/4).

Hadir dalam peringatan itu sejumlah tamu diplomatik dan atase militer negara sahabat Iran yang bertugas di Jakarta, beserta puluhan jurnalis Indonesia.

Saat Farazandeh menyampaikan sambutan, Atase Militer Iran Kolonel Mohammad Reza Rafiee berdiri di sisi kanan panggung Ruang Sumbawa Hotel Borobudur. Dua foto dalam ukuran cukup besar diletakkan di latar depan. Foto Presiden SBY bersama Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad diletakkan di sayap kanan panggung, dan foto pertemuan antara Presiden SBY dengan pemimpin spiritual Imam Khamenei diletakkan di sayap kiri.

Dubes Farazandeh juga mengatakan bahwa selain untuk membela diri, tentara Iran juga dibangun untuk menciptakan perdamaian di kawasan Timur Tengah. Modernisasi tentara Iran dilakukan pemimpin Revolusi Iran Imam Khomeni di tahun 1979 bersamaan dengan revolusi menumbangkan Syah Reza Pahlevi. Kini, ujar Dubes Farazandeh lagi, tentara Iran menjadi kekuatan militer terkuat di kawasan itu.

Catatan menyebutkan bahwa tentara Iran didirikan pada 1923. Pada tahun 1925 Dinasti Pahlevi mulai membangun kekuatan militer Iran hingga menjadi kekuatan militer terbesar kelima di dunia hingga akhirnya Dinasti Pahlevi tumbang. Catatan lain menyebutkan bahwa kini tentara Iran memiliki sekitar 815 ribu personel. Iran memiliki dua kekuatan militer utama, yakni tentara reguler yang disebut Artesh dan pengawal revolusi yang disebut Pasdaran. [guh]

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya