Berita

andi arief/ist

Andi Arief: Bencana dan Penjajahan Hilangkan Cerita Masa Lalu

KAMIS, 19 APRIL 2012 | 13:12 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Pasal 33 UUD 1945 mengamanatkan  dengan jelas hak rakyat atas apa yang ada di atas dan di dalam bumi Indonesia. Karena bencana dan penjajahan lah bangsa Indonesia kehilangan cerita di masa lalu.

Karena hal ini pula bangsa Indonesia kehilangan ilmu pengetahuan yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan pasal 33 UUD 1945 itu. Hingga sampai kini bahkan modal dan teknologi selalu menjadi dua faktor utama yang menghalangi Indonesia menguasai sumber daya alam.   

Demikian disampaikan Staf Khusus Presiden Andi Arief kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis siang, 19/4).

Andi Arif mengaitkan hal-hal di atas itu dengan penelitian yang tengah dilakukan timnya di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) selema empat hari dari tanggal 14 hingga 17 April lalu. Tim Katastropik Purba yang dibentuk kantornya menguji  dengan fakta bahwa belum ada satupun sumber tulisan yang lengkap mengulas keanehan-keanehan sejarah dan ekstraksi bumi di daerah selatan yang diteliti, seperti Benete, Maluk, Sekongkang, Nenga Memenga, Swis, Sejurong, Tongo, Senutuk, Labuhan, Brang Tatar, dan Yangse.

"Perhatikan nama-nama yang berbau oriental seperti Ma-luk, Tse Kong Kang, Tartar, Yang Tse. Hal ini memunculkan hipotesa bahwa daerah-daerah itu pernah dijelajahi oleh bangsa Mongol dan China. Mungkin tentara-tentara Jenghis Khan atau panglima-panglimanya. Tapi belum pernah ada yang meneliti mendalam tentang hal ini," ujarnya.

Selain itu, sambungnya, ada cerita terpendam sampai sekarang tentang bagaimana geologis-geologis yang dikirimkan Newmont menemukan bekas-bekas penambangan kuno di puncak Batuhijau yang sekarang sudah hilang dan menjadi lembah kerucut dengan kedalaman sampai 700 meter.

"Di awal 1990an saat melakukan pemetaan mereka mendapati satu lapisan tipis arang yang ditutupi endapan volkanik atau mungkin tuff dan soil atau tanah. Di zona lapisan memanjang tersebut didapati banyak sekali keramik atau pottery dan slag sisa-sisa pembakaran bijih untuk pemurnian tembaga," ujar Andi.

"Para geologis ini curiga fenomena itu adalah bekas penambangan kuno. Mereka pun memanggil tim arkeologi dari Jakarta atau tim pemerintah. Kemudian tim arkeologi tersebut mengekskavasi dengan membentangkan benang-benang saling menyilang seperti umumnya standar  penggalian arkeologi," masih kata Andi Arief lagi. [guh]


Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya