Berita

Aji San­toso

Olahraga

Dihukum FIFA, Aji Legowo, Soal Timnas, No Comment

RABU, 18 APRIL 2012 | 08:19 WIB

RMOL. Pelatih Timnas U-23 Aji San­toso menerima dengan lapang dada sanksi dari FIFA. Aji Santo­so didenda sebesar 6.000 franc Swiss atau setara Rp 60 juta dan larangan mendampingi tim seba­nyak empat laga FIFA karena  ter­bukti mengeluarkan kalimat yang tak pantas.

Aji men­dapat sanksi terkait  kartu merah yang diterimanya da­lam pertandingan terakhir Pra Piala Dunia  saat Indonesia di­ban­tai 0-10 oleh tuan rumah Bah­rain 29 Februari lalu.

“Sanksi itu saya terima dengan jiwa besar. Yang penting ba­gi saya bisa mengambil pelaja­ran dari kejadian di Bahrain itu,” ungkapnya.

Sanksi tersebut tertuang dalam surat FIFA. Sanksi kepada eks pelatih Persebaya Surabaya dan Persisam Samarinda ini ditetap­kan karena dia terbukti melontar­kan pernyataan yang menuding ada suap kepada perangkat per­tan­dingan Bahrain-Indonesia.

Alhasil Aji Santoso dikenakan sanksi sesuai pasal 48 kode di­siplin FIFA terkait  pernyataan menyerang perang­kat pertan­dingan. Saat itu, asisten wasit Bi­rak Ziad mem­be­ritahu wasit An­dre Al-Haddad bahwa Aji te­lah mengeluarkan per­nya­taan yang menyerang, se­hingga Aji diganjar kar­tu merah.

Sementara mengenai ketidak­ha­diran para pemain Indonesia Super League (ISL) ke timnas, Aji tidak mau berkomentar. Tu­gasnya, kata Aji, hanya memper­siap­kan timnas sebagai program PSSI-Djohar Arifin.

“Mau datang atau tidak bukan urusan pelatih.Tugas saya hanya mempersiapkan tim,”tegasnya saat dihubungi kemarin.

Aji mengaku hanya ingin lebih fokus kepada program timnas U-23 yang diproyeksikan tampil di SEA Games 2013 di Myanmar. Dan beberapa event lainnya se­perti melawan Inter Mi­lan, 24 Mei 2012 mendatang.

Pelatnas dijadwalkan akan dimulai 22 April di Batu Ma­lang. Dari 38 pemain, nanti­nya diambil 22 hingga 24 pe­main untuk melawan Inter Mi­lan.

Masalahnya, para pemain ISL yang dipanggil PSSI-Djohar Arifin untuk memperkuat Tim­nas, tak dilepas klubnya. Ada ke­san, klub-klub ISL kecewa ka­rena pernah dianggap ilegal oleh PSSI-nya Djohar.

Tawaran kubu Djohar yang memanggil pemain ISL dinilai terlambat, apalagi Ko­mite Pe­nyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) sudah meng­gelar KLB untuk memilih peng­urus PSSI yang baru.

Kalau Timnas PSSI-nya Djo­har tidak diperkuat pemain ter­baik dari ISL, sulit dibayangkan bagaimana hasil akhirnya saat menghadapi Inter Milan. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

Lima Destinasi Wisata di Bogor Bisa Jadi Alternatif Nikmati Libur Lebaran

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:02

Program Mudik Gratis Presisi 2026 Cermin Nyata Transformasi Polri

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:51

Negara-negara Teluk Alergi Iran

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:37

Jika Rakyat Tak Marah, Roy Suryo Cs sudah Lama Ditahan

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:13

Gegara Yaqut, KPK Tak Tahan Digempur +62 Siang Malam

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:23

Waspada Kemarau Panjang Landa Jawa Barat

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:15

KPK Ikut Ganggu Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:01

Elektrifikasi Total

Rabu, 25 Maret 2026 | 03:37

Kasus Penahanan Yaqut Jadi Kemunduran Penegakan Hukum

Rabu, 25 Maret 2026 | 03:18

Selengkapnya