Berita

Michael Schu­ma­cher

Olahraga

Schumacher Buat Kejutan

Sesi Latihan Formula Satu
SABTU, 14 APRIL 2012 | 09:18 WIB

RMOL. Juara dunia tujuh kali For­mula Satu, Michael Schu­ma­cher berhasil menunjukkan ke­piawaiannya pada sesi latihan kedua di Sirkuit Internasional Shanghai, China, kemarin. Schumi, demikian dia disapa, secara mengejutkan menjadi yang tercepat.

Pebalap asal Jerman ini tam­pil mendominasi dalam lin­tas­an sepanjang 5,45 kilometer (3,4 mil) itu dengan waktu satu me­nit 35,973 detik, dalam usa­ha­nya menguber posisi pole per­tama serta kemenangan kembali di lintasan sejak ia  mun­dur dan tampil lagi pada 2010. 

Sedangkan, pebalap dari Ingggis, Lewis Hamilton, yang sempat tercepat pada latihan pertama pagi hari, berada di urut­an kedua setelah Schu­macher, dengan pautan waktu 0,172 detik, di atas McLaren. 

Sebastian juara dunia, Se­bastian Vettel menjadi tercepat ketiga, disusul rekan setimnya dari Red Bull, Mark Webber. Nico Rosberg, rekan setim Schu­macher dari tim Mer­ce­des, di urutan kelima dan Jen­son Button di urutan keenam.

Hasil ini tentu membuat Schu­mi sumringah. Meski de­mikian, pebalap berusia 43 ta­hun ini enggan jumawa. Me­nu­rutnya, hasil hari ini bukan ja­minan dirinya akan tampil sama bagus pada saat lomba (Minggu).

“Dalam dua tahun terakhir, sebagai tim kami terus me­nun­jukkan peningkatan, teru­ta­ma un­tuk urusan analisa awal dan men­ciptakan mobil yang lebih baik. Namun, Anda semua tahu bah­wa ini baru Jumat, bukan Minggu sore (race),” kata Schumi.

Dalam kesempatan ini, Schu­mi juga tak menampik bila penampilannya  tak lepas dari inovasi baru yang diadopsi Mercedes, yakni teknologi sa­yap W-duct -teknologi seperti DRS yang berguna untuk me­nambah kecepatan mobil di trek lurus.

Sebelumnya, inovasi ini sem­pat diprotes oleh tim Lotus F1 yang menuding Mercedes telah melanggar regulasi FIA. Namun, setelah diselidiki dan di­ketahui bahwa sistem te­r­sebut tidak di­operasikan lang­sung oleh pem­balap, FIA akhir­nya mem­bo­lehkan Mercedes menggunakan ino­vasi tersebut di Shanghai.

“Ini jelas menjadi jawaban atas komentar beberapa orang yang memang suka dengan spekulasi. Ini (W-duct) adalah inovasi yang bagus dan saya rasa setiap orang harusnya memberikan apresiasi,” katanya.   [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

Lima Destinasi Wisata di Bogor Bisa Jadi Alternatif Nikmati Libur Lebaran

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:02

Program Mudik Gratis Presisi 2026 Cermin Nyata Transformasi Polri

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:51

Negara-negara Teluk Alergi Iran

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:37

Jika Rakyat Tak Marah, Roy Suryo Cs sudah Lama Ditahan

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:13

Gegara Yaqut, KPK Tak Tahan Digempur +62 Siang Malam

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:23

Waspada Kemarau Panjang Landa Jawa Barat

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:15

KPK Ikut Ganggu Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:01

Elektrifikasi Total

Rabu, 25 Maret 2026 | 03:37

Kasus Penahanan Yaqut Jadi Kemunduran Penegakan Hukum

Rabu, 25 Maret 2026 | 03:18

Selengkapnya