ilustrasi, Alphard
ilustrasi, Alphard
RMOL.Maraknya mobil mewah seperti Alphard yang mengguÂnakan BBM bersubsidi membuat piÂhak Toyota gerah. Presiden DiÂrekÂtur Toyota Astra Johnny DharÂmawan mengatakan, mobil meÂwah dari pabrikannya direkoÂmenÂdasikan untuk menggunakan perÂtamax, bukan premium.
“SpeÂsifikasinya mobil punya kami itu sudah tinggi dan kami selalu merekomendasikan untuk mengÂgunakan bensin yang okÂtannya tinggi. Seperti pertamax dan perÂtamax plus,†ujarnya saat dikonÂtak Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.
Johnny menambahkan, pihakÂnya tidak bisa melakukan pengaÂwasan terhadap para konsumenÂnya, apabila jika nantinya mobil yang mereka punya diisi BBM yang tidak sesuai dengan rekoÂmendasinya.
“Kami mana bisa tahu kalau mereka menggunakan bensin yang tidak sesuai. BiasaÂnya baru ketahuan pas konsumen kami seÂdang servis mobilÂnya,†tukasnya.
Menurutnya, ada beberapa kaÂsus yang terjadi dimana ada keÂrusakan kendaraan yang diakiÂbatÂÂkan oleh kesalahan dalam pengÂgunaan BBM. Pihaknya tidak akan melakukan pengganÂtian keÂrusakan yang disebabkan oleh keÂsalahan dari konsumen.
“Kami tidak akan ganti jika terjadi seÂperti itu, walaupun moÂbil itu maÂsih dalam status gaÂransi,†ancam Johnny.
Pengamat otoÂmotif senior SuÂhari Sargo meÂnuturkan, mayoÂritas mobil-mobil saat ini telah mempunyai spesiÂfikasi dengan kompresi yang tinggi, sehingga dibutuhkan BBM yang mempuÂnyai oktan yang lebih tinggi dari premium.
“Mesin mobil saat ini jika diÂgunakan dengan BBM oktan tinggi justru akan lebih irit konÂsumsinya BBM-nya. Selain itu, akan jadi lebih awet dan ramah lingkungan†jelasnya kepada Rakyat Merdeka.
Suhari mengingatkan, jika peÂmilik kendaraan yang tidak meÂngisi BBM sesuai dengan speÂsifikasinya, maka akan ada keÂruÂsakan. Salah satunya kerusaÂkan dari fuel pump (pompa baÂhan baÂkar).
“Kalau diisinya premium, paÂdahal harusnya pertamax, fuel pump-nya bisa rusak. Kalau rusak pompa itu tidak akan bisa beÂkerja maksimal dan pemÂbakaran jadi gak semÂpurna,†terangnya.
Sebelumnya, Menteri Energi Sumber Daya Mineral Jero WaÂcik menuturka, Peraturan PreÂsiden (Perpres) tentang bataÂsan BBM subsidi sedang diranÂcang. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08
Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48
Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34
Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19
Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04
Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54
Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43
Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28
Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27
Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17