Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Pemerintah Nggak Serius Urus Pangan

MINGGU, 08 APRIL 2012 | 08:00 WIB

RMOL.Alokasi subsidi pertanian dan pupuk dalam Anggaran Pen­dapatan dan Belanja Ne­gara Perubahan (APBNP) 2012 me­ngalami penurunan diban­ding tahun lalu. Ini menun­juk­kan pemerintah tidak pernah ber­pikir serius untuk rakyat. Ber­bagai program pemerintah ter­kait ketahanan dan swa­sem­bada pangan terancam gagal.

“Struktur APBNP 2012 disu­sun sangat tidak pro poor (pro masyarakat miskin), pe­nurunan anggaran subsidi be­nih dan pupuk menunjukkan pemerintah tidak pernah serius me­ngurusi pertanian dan pa­ngan,” kata anggota Komisi IV DPR Rofi’ Munawar.

Ketidakseriusan pemerintah dalam melakukan diversifikasi energi menyebabkan subsidi ener­gi membengkak dan ber­dam­pak langsung kepada mi­nim­nya anggaran sektor per­ta­nian. Bahan bakar minyak (BBM) selalu menjadi alasan selama ini, akibat pemerintah tidak serius mengatur sektor energi dan fiskal.

 â€œAnggaran infrastruktur dan pertanian sangat minim di­alokasikan oleh pemerintah. Pa­dahal dua sektor tersebut yang menopang keberhasilan pen­capaian swasembada pa­ngan dan target 10 juta ton beras di 2014.” tegas Rofi’.’

Menurutnya, anggaran in­frastruktur dalam APBNP ha­nya dialokasikan Rp 168 tri­liun, atau naik Rp 16,9 triliun dari alokasi APBN senilai Rp 152 triliun. Lalu anggaran ban­tuan sosial senilai Rp 55 tri­liun atau naik Rp 4,6 triliun diban­ding alokasi APBN senilai Rp 47 triliun, sementara subsidi untuk petani justru turun.

Subsidi pupuk senilai Rp 17 triliun pada APBN dikoreksi turun menjadi Rp 14 triliun pada APBNP. Subsidi benih Rp 279 miliar pada APBN diko­reksi turun menjadi Rp 129 miliar pada APBNP. Penu­runan dilakukan pemerintah karena perubahan volume pe­nyaluran pupuk bersubsidi, hal ini berkaitan dengan ren­dahnya realisasi tahun lalu.

Ketua Fraksi Partai Kebang­kitan Bangsa (PKB) Marwan Jafar menegaskan, pemba­ngu­nan infrastruktur dan pem­berdayaan desa harus berjalan ber­samaan demi terciptanya kesejahteraan perekonomian masyarakat.

Menurutnya, infrastruktur masih menjadi persoalan serius di negeri ini, terutama di tingkat perdesaan.

“Tidak sedikit infrastruktur desa yang saat ini kondisinya tidak terurus, bahkan masih banyak desa yang belum me­miliki infrastruktur, misalnya mini­mnya proses pem­ba­ngunan jalan, akses penye­diaan listrik, jembatan desa, irigasi desa, sarana air bersih, saluran air minum, pasar desa, sanitasi, dan titian perahu,” jelasnya.

Buruknya kondisi infra­struktur desa tersebut masih diperparah lagi dengan tidak adanya pemberdayaan masya­rakat desa sehingga pening­katan kesejahteraan masyara­kat berjalan lambat.

“Kalau melihat faktanya, mindset dan program peme­rintah perlu ditata dan ditinjau lagi sebab ada faktor-faktor yang mempengaruhi gagalnya proyek infrastruktur desa dan pemberdayaan desa,” pa­parnya. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya