Berita

simpatisan pks/ist

NASIB PKS

PKS Juga Tidak Solid, Dua Faksi Sedang Bertarung

SABTU, 07 APRIL 2012 | 14:00 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Presiden SBY membutuhkan peran PKS dalam politik perimbangan. Sebabnya, tidak ada jaminan dari Partai Golkar akan setia berkoalisi dengan Demokrat sampai Pemilu yang tinggal 2,5 tahun lagi.

"Kalau dilihat dari sisi Demokrat atau SBY, jika tidak ada jaminan Golkar sampai 2014, posisi PKS masih dibutuhkan. Kalau Golkar tidak bisa dipegang buntutnya, tak ada dukungan solid dan konsisten sampai 2014, PKS masih dibutuhkan," kata pengamat politik Universitas Gajah Mada, Ari Dwipayana, dalam acara Polemik Sindo Radio "Koalisi Rasa Oposisi" di Cikini, Jakarta, Sabtu (7/4).

Sementara di dalam tubuh PKS sendiri ada dua kubu yang tarik menarik. Pertama kubu yang senang PKS menikmati akses kuat ke kekuasaaan politik, yaitu kubu yang disebut faksi kesejahteraan. Selain itu ada kubu yang lebih suka PKS bermartabat di luar kekuasaan dan bergerak sesuai ideologi mereka


"Bagi kubu kesejahteraan, kalau PKS dikeluarkan dari koalisi akan banyak kerugian. Tidak hanya bicara menteri tapi akses di BUMN. Kubu ini tak mau undur diri tapi lebih suka dikeluarkan," terang Ari.

Sementara kubu keadilan lebih memilih mengerahkan semua kekuatan partai untuk menarik kembali pemilih tradisional agar PKS berjaya di Pemilu 2014. Kubu ini akan berusaha keras agar PKS keluar dari koalisi pemerintahan. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Dokumen dan BBE Usai Geledah Rumah Mewah Anggota Polri Yayat Sudrajat

Kamis, 10 September 2026 | 20:17

Pendalaman Fakta dan Penegakan Hukum Transparan Diperlukan di Kasus DJKA

Kamis, 10 September 2026 | 20:12

Tim 9 Kejagung Temukan Bukti Pemerasan Febrie di Kasus Jiwasraya

Kamis, 10 September 2026 | 20:05

Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026

Kamis, 10 September 2026 | 19:58

Waketum Golkar: Prabowo Konsisten Satukan Berbagai Warna Politik untuk Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 19:50

Rombak Ratusan Pejabat, Purbaya Minta Kemenkeu Bergerak Lebih Cepat

Kamis, 10 September 2026 | 19:40

Iwakum Dorong Pengerahan Maksimal Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 | 19:31

Menyoal Kasus Dadan Cs, JMI: Jangan Ramai di Awal, Lalu Hilang di Tengah Jalan

Kamis, 10 September 2026 | 19:14

Polisi Siap Sikat Penimbun Masker di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 | 19:01

Pembagian 50:50 Kuota Haji Tambahan Ternyata Kebijakan Gus Yaqut

Kamis, 10 September 2026 | 18:45

Selengkapnya