PT Bank DaÂnaÂmon Indonesia Tbk
PT Bank DaÂnaÂmon Indonesia Tbk
RMOL.Penjualan saham Bank Danamon ke DBS Holding menuai reaksi keras. Transaksi tersebut dinilai melanggar aturan Bank Indonesia (BI). Bank lokal pun ikut protes.
Masuknya DBS menjadi peÂmeÂgang saham PT Bank DaÂnaÂmon Indonesia Tbk (BDMN) meÂnuai protes dari perbankan lokal. Protes ini terkait dengan azas reÂsiprokal (timbal balik).
“Ya kita deÂngar itu, kita tahu dan kita juga dalam saya sudah bicara dengan Pak Muliaman (Deputi Gubernur BI Muliaman HaÂdad) kita mulai panggil DBS kita akan bicara banyak hal. Saya belum bisa jelaskan subtansinya seÂbelum kita terima (keterangan) yang resÂmi,†jelas Gubernur BI DarÂmin Nasution di Jakarta, kemarin.
Sayangnya, Darmin masih beÂlum mau angkat suara lebih jauh lantaran belum ada keterangan resmi yang masuk ke pihaknya. “Ya sebetulnya karena kita belum teÂrima secara resmi saya belum mau komentar lah. Nanti saja kaÂlau sudah bicara resmi baru saja komentar,†jelasnya.
Menanggapi transaksi ini, angÂgota Komisi XI DPR Arif BuÂdiÂmanta mengatakan, DPR harus seÂgera memanggil BI terkait renÂcana penjualan saham Bank DaÂnaÂmon oleh Temasek Holdings ke DBS Groups Holdings Ltd. MeÂnurutnya, aksi korporasi itu akan berpotensi melanggar peraturan BI terÂkait single presence policy (SPP).
Dia menyebut, pentingnya keÂhaÂdiran BI dalam pertemuan anÂtara Komisi XI DPR. Bank SenÂtral, kata dia, harus melihat keÂtaÂhanan serta kedaulatan ekonomi InÂdonesia dalam jangka panjang.
“Coba bayangkan, jika bank di negeri ini hanya tinggal bank-bank BUMN saja, sedangkan bank-bank lain sudah dikuasai oleh asing semua. Hal itu akan meÂÂnimbulkan ketimpangan beÂsar,†ujarnya kepada Rakyat MerÂdeka di Jakarta, kemarin.
Politisi dari PDIP ini memperÂtaÂnyakan, apakah pihak BI sudah memberi izin atau tidak terhadap rencana penjualan saham Bank Danamon tersebut, sebab aspek kehati-hatian sangat penting dilaÂkukan. Apalagi, pihak yang akan membeli juga harus konsultasi ke BI dan selanjutnya BI melihat kredibilitas dalam persÂpektif nasionalisme ekonomi.
“Jadi, menurut saya, BI harus berÂpikir dan berusaha menjaÂdikan Bank Danamon sebagai aset bangÂsa,†tegas Arif.
Untuk itu, dia juga meÂngÂusulÂkan agar Peraturan PemeÂrintah (PP) yang membolehkan asing membeli saham perbankan naÂsioÂnal hingga 99 persen segera diÂubah. “Peraturan itu hanya akan memperbesar peluang asiÂng meÂmiliki bank-bank di InÂdonesia,†tandasnya.
BI dikabarkan akan memanggil DBS Group Holding Ltd SingaÂpuÂra terkait rencananya membeli saham mayoritas Bank Danamon. Pemanggilan itu untuk menaÂnyaÂkan motif DBS membeli saham Bank Danamon. “Baru mau diÂpanggil, sore ini baru dipanggil DSB Singapura,“ ujar Deputi Gubernur BI Muliaman D Hadad.
Pemanggilan tersebut, meÂnuÂrutÂnya, terkait dengan motif serta langkah-langkah apa yang akan dilakukan DBS terkait pembelian saÂham Bank Danamon. “PoÂkokÂnya saya tanya mau ngapain, apa niatnya, terus setelah itu mau ngaÂÂpain lagi, “ ujar Muliaman.
Jika renÂcana pembelian terseÂbut terÂlakÂsana, DBS akan memiÂliki hingÂga 67,37 persen dari total saÂham yang diterbitkan Bank DaÂnamon. Dengan kepemilikan saÂham mayoritas itu, DBS yang teÂlah membuka Bank DBS InÂdoÂnesia diduga akan tersandung aturan SPP atau kepemilikan tungÂgal saham.
Mengenai dugaan pelanggaran aturan, Muliaman mengatakan, aturÂan yang dikenakan pada renÂcana pembelian saham Bank DaÂnaÂmon oleh DBS masih mengÂguÂnakan aturan lama, yakni PP No. 28 TaÂhun 1999 tentang merger, konÂsolidasi dan akuisisi bank. “KaÂmi masih pakai aturan lama untuk izin akuisisi dan akan memakai penÂdekatan kualiÂtatif,†ungÂkapÂnya.
Harga saham DBS terus meleÂmah pasca akuisisi Bank DanaÂmon (BDMN) senilai 7,2 miliar dolar AS. Hingga pukul 2.15 wakÂtu setempat, harga saham DBS di Singapore Stock ExÂchange telah turun sebesar 2,7 perÂsen ke level 13,52 dolar SingaÂpura per saham.
Sementara harga saham DanaÂmon terus menguat. Hingga penuÂtupan perdaÂgangan sesi I di Bursa Efek InÂdoÂnesia (BEI), harÂga saham berkode BDMN itu sudah menguat 1,56 perÂsen menjadi Rp 6.500 per saham.
Sebelumnya, DBS Group HolÂdings Ltd (DBS), bank terÂbesar di Asia yang berbasis di SingaÂpura, menyatakan telah membeli 68,37 persen saham Bank DanaÂmon yang selama ini dikuasai oleh Fullerton Financial Holdings Pte Ltd (FFH) pada Asia Financial Indonesia (AFI). Seperti dikutip dari siaran pers DBS, nilai tranÂsaksi ini sebesar Rp 45,2 triliun atau sekitar 6,2 miliar dolar SiÂngapura. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08
Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48
Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34
Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19
Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04
Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54
Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43
Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28
Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27
Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17