Berita

ilustrasi

DEMO BBM

Gampar SBY: Polisi Lakukan Kekerasan Sistematis dengan Skala Meluas

RABU, 04 APRIL 2012 | 13:14 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Demonstrasi di depan komplek parlemen yang dilakukan pada Jumat pekan lalu (30/3), untuk menolak kenaikan harga BBM dan bertepatan dengan sidang paripurna DPR, berakhir dengan bentrokan antara aparat keamanan dengan massa.

Komite Gerakan Aksi Mahasiswa dan Pemuda Anti Rezim SBY-Boediono (Gampar SBY-Boediono) yang tergabung dalam aksi massa menegaskan, bentrokan itu terjadi karena adanya provokasi yang dilakukan oleh pihak di luar massa aksi.

Siang ini di kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Jakarta, Gampar SBY-Boediono mengadukan pelanggaran terhadap perlindungan hak-hak kemanusiaan dan tindakan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap massa aksi dari barisan mahasiswa, pemuda, buruh dan rakyat Indonesia dalam penanganan demonstrasi menolak kenaikan harga BBM.


Dari pernyataan sikap yang disebar kepada wartawan, menurut Komite Gampar, tindakan represif tidak hanya terjadi di Jakarta pada 30 Maret saja, tetapi juga terjadi pada aksi di Tarakan, Kalimantan Timur pada 31 Maret 2012; aksi di NTT, pada 31 Maret 2012; aksi di Surabaya, pada 31 Maret 2012; aksi di Jakarta pada 27 Maret 2012 di Gambir; aksi di Yogyakarta-Solo, 9 Maret 2012; aksi di Makassar.

Oleh karena itu terlihat adanya indikasi bahwa negara menggunakan Kepolisian untuk melakukan kekerasan secara sistematis pada kelompok mahasiswa, pemuda, buruh dan rakyat yang memprotes kenaikan BBM.  Kekerasan dilakukan dengan skala "makin meluas" (tidak hanya di Jakarta melainkan meluas ke seluruh kota), dan dilakukan dalam kurun waktu Februari-Maret.

Lebih lanjut Gampar menjelaskan, tindakan represifitas aparat didukung dengan black propaganda yang dilakukan oleh rezim SBY lewat media resmi bahwa "Demonstrasi Mahasiswa Menolak Kenaikan BBM = Anarkis".

Komite Gampar SBY-Boediono mengecam tindakan represif aparat kepolisian tersebut dan memaksa dihentikannya tindakan represif aparat kepolisian terhadap barisan mahasiswa, pemuda, buruh dan rakyat Indonesia yang melakukan demonstrasi.[ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Dokumen dan BBE Usai Geledah Rumah Mewah Anggota Polri Yayat Sudrajat

Kamis, 10 September 2026 | 20:17

Pendalaman Fakta dan Penegakan Hukum Transparan Diperlukan di Kasus DJKA

Kamis, 10 September 2026 | 20:12

Tim 9 Kejagung Temukan Bukti Pemerasan Febrie di Kasus Jiwasraya

Kamis, 10 September 2026 | 20:05

Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026

Kamis, 10 September 2026 | 19:58

Waketum Golkar: Prabowo Konsisten Satukan Berbagai Warna Politik untuk Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 19:50

Rombak Ratusan Pejabat, Purbaya Minta Kemenkeu Bergerak Lebih Cepat

Kamis, 10 September 2026 | 19:40

Iwakum Dorong Pengerahan Maksimal Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 | 19:31

Menyoal Kasus Dadan Cs, JMI: Jangan Ramai di Awal, Lalu Hilang di Tengah Jalan

Kamis, 10 September 2026 | 19:14

Polisi Siap Sikat Penimbun Masker di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 | 19:01

Pembagian 50:50 Kuota Haji Tambahan Ternyata Kebijakan Gus Yaqut

Kamis, 10 September 2026 | 18:45

Selengkapnya