Berita

din syamsuddin/ist

HARGA BBM

Muhammadiyah Puji Langkah PDI Perjuangan, PKS, Hanura dan Gerindra

MINGGU, 01 APRIL 2012 | 13:17 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Proses sidang paripurna DPR yang dimulai Jumat (30/3) hingga Sabtu dinihari (31/3 sangat mengecewakan.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyatakan beberapa parpol bermain-main dengan aspirasi rakyat. Sudah sangat jelas survei menunjukkan sekitar 90 persen rakyat menolak kenaikan harga BBM, karena jelas akan disertai kenaikan ongkos transportasi dan harga sembako. Begitu pula protes mahasiswa dan buruh yang begitu massif seharusnya ditangkap oleh parpol-parpol sebegai aspirasi rakyat.

"Sayangnya sebagian parpol tidak menangkapnya, justru mempertimbangkan kepentingan koalisi yang sesat," kata Din dalam keterangan tertulis kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Minggu, 1/4).


Di sisi lain, lanjut Din, Muhammadiyah sangat menghargai sikap PDI Perjuangan, Hanura, Gerindra, dan PKS yang memilih menolak kenaikan harga BBM. Muhammadiyah berpendapat menyerahkan harga BBM kapada mekanisme pasar bebas bertentangan dengan keputusan MK yang sudah membatalkan pasa 28 ayat 2 UU Migas.

"Ini persoalan mendasar, yang seyogyanya semua parpol harus berkomitmen kepada penegakan konstitusi dan kedaulatan negara dalam bidang ekonomi," lanjutnya.

Hal inilah, masih kata Din, yang mendorong PP Muhammadiyah bersama sejumlah ormas mengajukan judicial review tehadap UU Migas karena bertentangan dengan Pasal 33 UUD 1945. [ysa]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Dokumen dan BBE Usai Geledah Rumah Mewah Anggota Polri Yayat Sudrajat

Kamis, 10 September 2026 | 20:17

Pendalaman Fakta dan Penegakan Hukum Transparan Diperlukan di Kasus DJKA

Kamis, 10 September 2026 | 20:12

Tim 9 Kejagung Temukan Bukti Pemerasan Febrie di Kasus Jiwasraya

Kamis, 10 September 2026 | 20:05

Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026

Kamis, 10 September 2026 | 19:58

Waketum Golkar: Prabowo Konsisten Satukan Berbagai Warna Politik untuk Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 19:50

Rombak Ratusan Pejabat, Purbaya Minta Kemenkeu Bergerak Lebih Cepat

Kamis, 10 September 2026 | 19:40

Iwakum Dorong Pengerahan Maksimal Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 | 19:31

Menyoal Kasus Dadan Cs, JMI: Jangan Ramai di Awal, Lalu Hilang di Tengah Jalan

Kamis, 10 September 2026 | 19:14

Polisi Siap Sikat Penimbun Masker di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 | 19:01

Pembagian 50:50 Kuota Haji Tambahan Ternyata Kebijakan Gus Yaqut

Kamis, 10 September 2026 | 18:45

Selengkapnya