Berita

konami/rmol

Rapat DPR Cuma Akal-akalan, Konami Lanjutkan Aksi

SABTU, 31 MARET 2012 | 14:20 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Gerakan mahasiswa menolak hasil rapat paripurna DPR yang membatalkan kenaikan harga BBM pada 1 April namun memberi kewenangan pemerintah menaikkan harga BBM dengan syarat harga minyak mentah Indonesia (ICP) mengalami kenaikan rata-rata 15 persen dari asumsi APBN-P 2012 dalam waktu enam bulan ke depan.

Dalam pernyataan sikap Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia (Konami), hasil rapat DPR itu sesungguhnya tidak lain adalah akal-akalan yang penuh tipu daya. Mereka serukan dan tegaskan bahwa perjuangan rakyat Indonesia belum selesai.

"Bagi kami kegagalan SBY memimpin negara ini bukan hanya soal BBM tetapi juga rentetan peristiwa kekerasan dan penindasan di daerah-daerah, melemahnya ekonomi kerakyatan karena investor asing, meningkatnya korupsi, jumlah pengangguran dan jumlah rakyat miskin, seluruhnya menjadi alasan bahwa rezim SBY sesungguhnya ini telah gagal dan berkhianat pada rakyat," kata Humas Konami Firmana Tri Andika dalam pernyataan persnya yang disebar lewat pesan singkat (Sabtu, 31/3).


Masih dalam pernyataan itu, Konami tegas akan terus melakukan perjuangan dan perlawanan di ibu kota dan juga daerah-daerah, dengan tuntutan sesuai dengan memorandum Konami 27 Januari 2012 yaitu Turunkan SBY - Boediono dan Cabut Mandat DPR-MPR RI.

"Seluruh kawan yang ditangkap adalah pahlawan perjuangan rakyat yang telah menoreh tapak-tapak sejarah bangsa dengan tinta darah dan keringat kaum muda," lanjut Humas Konami.[ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Dokumen dan BBE Usai Geledah Rumah Mewah Anggota Polri Yayat Sudrajat

Kamis, 10 September 2026 | 20:17

Pendalaman Fakta dan Penegakan Hukum Transparan Diperlukan di Kasus DJKA

Kamis, 10 September 2026 | 20:12

Tim 9 Kejagung Temukan Bukti Pemerasan Febrie di Kasus Jiwasraya

Kamis, 10 September 2026 | 20:05

Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026

Kamis, 10 September 2026 | 19:58

Waketum Golkar: Prabowo Konsisten Satukan Berbagai Warna Politik untuk Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 19:50

Rombak Ratusan Pejabat, Purbaya Minta Kemenkeu Bergerak Lebih Cepat

Kamis, 10 September 2026 | 19:40

Iwakum Dorong Pengerahan Maksimal Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 | 19:31

Menyoal Kasus Dadan Cs, JMI: Jangan Ramai di Awal, Lalu Hilang di Tengah Jalan

Kamis, 10 September 2026 | 19:14

Polisi Siap Sikat Penimbun Masker di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 | 19:01

Pembagian 50:50 Kuota Haji Tambahan Ternyata Kebijakan Gus Yaqut

Kamis, 10 September 2026 | 18:45

Selengkapnya