Berita

Kini Piramida Gunung Padang Diteliti Tim Terpadu Lintas Ahli

SABTU, 31 MARET 2012 | 12:13 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Hasil rembug para ahli yang dilakukan di Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Arkenas) hari Kamis lalu (29/3) antara lain memutuskan pembentukan tim terpadu lintas ahli untuk meneliti lebih lanjut piramida Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat.

Hal itu disampaikan salah seorang peneliti yang juga Asisten Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) DR. Didit Ontowriyo kepada Rakyat Merdeka Online, Sabtu siang (31/3).

Didit juga membantah berita di harian Kompas edisi hari ini yang disebutnya cukup manipulatif karena menyatakan bawa pertemuan di Puslit Arkenas itu menjadi antiklimaks.

"Pertemuan di Puslit Arkenas sangat positif karena terjadi pertukaran pengetahuan dan pandangan dari bidang ilmu masing-masing. Namun para peserta terutama yang berbasis ilmu sosial masih perlu waktu untuk beradaptasi dengan revolusi teknologi di dalam ilmu arkeologi," ujar Didit.

"Arkeolog senior di Indonesia sekalipun belum beradaptasi dengan revolusi tersebut. Termasuk geolog senior seperti Sujatmiko sekalipun," sambungnya.

Menurut Didit, banyak arkeolog Indonesia yang menyandarkan pengetahuan dan penemuan mereka pada karya Thomas Raffles, Gubernur Inggris yang berkuasa di Nusantara antara 1811 hingga 1816, atau karya-karya arkeolog asing lainnya.

Sementara penemuan masyarakat awam yang biasanya dilakukan tanpa sengaja, misalnya saat mencangkul sawah, selalu diabaikan.

"Selama ini mind set itu mendominasi para arkeolog sehingga saat Tim Katastropik Purba memaparkan hasil riset yang tidak lumrah terjadi perdebatan bahkan penolakan. Hal itu terjadi karena metode baru ini belum menjadi metode arkeologi Indonesia," masih katanya.

Didit juga mengatakan, banyak para ahli di negara-negara maju yang sudah mencari peninggalan-peninggalan bersejarah di bawah lapisan bumi. [guh]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bezzecchi Juara MotoGP Mandalika, Martin Kembali ke Puncak Klasemen

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:27

Prabowo dan El-Sisi Kecam Keras Pembangunan Permukiman Ilegal Israel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:20

Gus Lilur Minta KPK Usut Dugaan Aliran Dolar di Muktamar NU

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:06

Quiles Juara Moto3 Mandalika, Veda Ega Finis Keenam

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:52

Koperasi Didorong Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:44

Mesir Tambah Beasiswa untuk Mahasiswa Kedokteran, Teknik, dan Sains Indonesia

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:42

20 Kapolres dan Kapolresta Pulau Jawa Dirombak Jenderal Suyudi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:33

Prabowo Bidik Penguatan Ekonomi RI-Mesir Lewat Perjanjian Dagang dan Dana Investasi Bersama

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:14

Krisman Harefa Gugat MSIG Life Insurance Indonesia Rp1 Miliar ke PN Jaksel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:11

Muzakarah Tauhid Sufi Jadi Momentum Perkuat Persatuan Umat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:01

Selengkapnya