Berita

hamdi muluk/ist

Ini Akibatnya Kalau Bicara BBM Didominasi Kepentingan Parpol

SABTU, 31 MARET 2012 | 10:52 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Proses politik bangsa Indonesia hari ini semakin mundur, semakin jauh dari akal sehat, nurani dan keberpihakan pada rakyat.

Demikian dikatakan pakar psikologi politik dari Universitas Indonesia, Hamdi Muluk. Dia menanggapi proses politik bertele-tele di DPR dalam memutuskan kebijakan terkait subsidi BBM yang berakhir dini hari tadi. Ujungnya, DPR setuju kenaikan BBM dengan syarat harga minyak mentah (ICP) naik 15 persen dari asumsi dalam APBN-P 2012.  Setelah melalui lobi-lobi alot, Fraksi Demokrat, Golkar, PPP, PAN, dan PKB kompak memilih opsi kedua itu.

"Bersedih hati melihat proses politik yang hari ke hari bukan maju tapi mundur. Andai saja persoalan (BBM) itu dibahas tanpa kepentingan politik parpol," kata Hamdi di acara Polemik Sindo Radio di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (31/3).


Kebijakan terkait BBM sebenarnya mudah dibentuk dengan kajian akademik. Orang-orang yang paham hitung-hitungan itu, menurut Hamdi, seharusnya dilibatkan lebih jauh dalam perdebatan akademik.

"Mereka paham hitung-hitungan itu tanpa kepentingan politik. Ternyata semua menariknya ke politik, menghitungnya bukan objektif dan akademik," tambahnya.

Dia juga sayangkan mengapa pertarungan kebijakan BBM terlalu dikotomis antara naik atau tidak naik.
 
"Padahal semuanya bisa dihitung secara teknokratis. Yang cantik itu harusnya dua pihak eksekutif-legislatif adakan debat akademik, dibuka opsi-opsi itu. Tapi yang terjadi adalah opsi politik lebih dulu lalu kajian itu dimanipulasi," paparnya.[ald]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya