Berita

romo benny soesetyo/ist

Romo Benny: Kita Kehilangan Keadaban, Penuh Lingkaran Kedustaan

SABTU, 31 MARET 2012 | 09:20 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Dalam paripurna yang berakhir Sabtu dinihari (31/3), opsi pasal 7 ayat 6 A, yang artinya setuju ada kenaikan BBM dengan beberapa syarat seperti harga minyak mentah (ICP) mencapai 15 persen, menjadi putusan DPR.  Setelah melalui lobi-lobi alot, Fraksi Demokrat, Golkar, PPP, PAN, dan PKB kompak memilih opsi kedua itu.

Tokoh masyarakat Romo Benny Soesetyo menyayangkan hitung-hitungan para elit politik yang berseberangan dengan kejujuran. Elit politik di DPR menurutnya merendahkan masalah kemanusiaan ke ranah hitung-hitungan material.

"Ada persoalan mendasar, apakah dengan kenaikan harga BBM, apakah dengan dana subisidi itu bisa sejahterakan rakyat, apakaha memekarkan kemanusiaan dan keadilan," kata rohaniawan Katolik itu dalam acara Polemik Sindo Radio di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (31/3).


Romo mengatakan, elit politik kehilangan keadaban karena membiarkan mekanisme pasar dengan masyarakat tak berjalan seimbang, maka yang berjalan perselingkuhan penguasa dan kapital. Indonesia dikuasai para broker yang mengendalikan cara berpikir bangsa.

"Kebijakan itu apakah benar-benar membawa kesadaran pada kemanusiaan yang akan membawa pada kemandirian? Cara pikir pemerintah itu sinterklas," gugatnya.

Masih menurutnya, tidak ada kesadaran empati pemerintah. rakyat dituntut untuk mengencangkan ikat pinggang tetapi tindakan konkrit pemerintah untuk berhemat cuma retorika.

"Mau tidak mereka potong gaji 50 persen, tidak usah studi ke luar negeri. Membangun kedaulatan energi dan energi alternatif, itu cuma retorika," tegasnya.

"Kita kehilangan trust karena penuh lingkaran kedustaan itu yang melahirkan kedustaan baru. Misalnya, partai yang menolak kenaikan BBM tiba-tiba memunculkan pasal siluman. Itu tanda kita tidak punya keadaban," tutupnya.[ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Dokumen dan BBE Usai Geledah Rumah Mewah Anggota Polri Yayat Sudrajat

Kamis, 10 September 2026 | 20:17

Pendalaman Fakta dan Penegakan Hukum Transparan Diperlukan di Kasus DJKA

Kamis, 10 September 2026 | 20:12

Tim 9 Kejagung Temukan Bukti Pemerasan Febrie di Kasus Jiwasraya

Kamis, 10 September 2026 | 20:05

Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026

Kamis, 10 September 2026 | 19:58

Waketum Golkar: Prabowo Konsisten Satukan Berbagai Warna Politik untuk Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 19:50

Rombak Ratusan Pejabat, Purbaya Minta Kemenkeu Bergerak Lebih Cepat

Kamis, 10 September 2026 | 19:40

Iwakum Dorong Pengerahan Maksimal Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 | 19:31

Menyoal Kasus Dadan Cs, JMI: Jangan Ramai di Awal, Lalu Hilang di Tengah Jalan

Kamis, 10 September 2026 | 19:14

Polisi Siap Sikat Penimbun Masker di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 | 19:01

Pembagian 50:50 Kuota Haji Tambahan Ternyata Kebijakan Gus Yaqut

Kamis, 10 September 2026 | 18:45

Selengkapnya