Berita

ilustrasi/ist

Orang Istana: PDIP Tidak Perlu Kecewa…

SABTU, 31 MARET 2012 | 01:39 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Sudah dipastikan bahwa keinginan pemerintah menaikkan harga BBM pada tanggal 1 April nanti kandas di tengah jalan.

Sidang Paripurna DPR yang berakhir lewat tengah malam tadi (Sabtu dinihari, 31/3) memutuskan bahwa bunyi pasal 7 ayat 6 UU APBN 2012 tetap dan tidak berubah. Namun ditambah dengan ayat 6A yang menyatakan apabila dalam enam bulan yang akan datang harga dasar minyak mentah Indonesia (ICP) mengalami kenaikan lebih dari 15 persen dari 105 dolar AS per barel maka pemerintah dapat menaikkan harga BBM.

Ini adalah opsi kedua dalam voting yang dilakukan terbuka.

Sementara opsi pertama adalah tidak ada perubahan sama sekali pada UU APBN 2012, termasuk pasal 7 UU itu. Ini artinya, pemerintah tidak dapat mengubah asumsi dasar harga minyak sampai APBN 2012 berakhir.

Dalam voting, sebanyak 82 anggota Dewan memilih opsi pertama. Adapun 356 lainnya memilih opsi kedua. Nah, PDIP dan Hanura memilih keluar dari ruang sidang saat voting. Akibatkan, 94 suara pun hilang.

Puan Maharani yang menjadi komandan lapangan PDIP dalam sidang kali ini mengatakan pihaknya kecewa, bukan saja karena merasa dipermainkan pimpinan sidang, Marzuki Alie dari Partai Demokrat, melainkan juga karena bunyi ayat 6A itu melanggar konstitusi. Harga BBM yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat tidak boleh dilepas ke mekanisme pasar.

Menurut salah seorang Staf Khusus Presiden, Andi Arief, PDIP seharusnya tidak perlu kecewa. Begitu juga para demonstran yang sejak beberapa hari ini memperjuangkan penolakan kenaikan harga BBM tidak perlu berkecil hati dengan hasil voting di DPR tadi.

Di sisi lain, partai koalisi pendukung pemerintahan SBY-Boediono yang kalah dalam pertarungan juga jangan kecewa dan kecil hati.

"Semua tuntutan sudah terpenuhi. Hasil voting di Sidang Paripurna DPR memastikan hargaBBM tidak akan naik pada 1 April nanti," ujarnya kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu dinihari, 31/3).

"Dalam kurun waktu enam 6 bulan ke depan tidak akan ada kenaikan BBM apabila rata-rata ICP tidak lebih dari 15 persen dari harga minyak dunia. Artinya  enam bulan ke depan belum tentu ada kenaikan BBM," ujar Andi Arief lagi sambil mengajak semua pihak bekerja keras. [guh]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya