Berita

rizal ramli/ist

Inilah Tiga Tugas Utama Pemerintahan Transisional Pasca SBY-Boediono

RABU, 28 MARET 2012 | 07:36 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Apabila pemerintahan SBY-Boediono yang dianggap banyak kalangan tidak berpihak kepada rakyat jatuh sebelum 2014, maka ada tiga tugas utama pemerintahan transisional.

Salah satu dari tiga tugas utama itu adalah menyelenggarakan pemilihan umum dan pemilihan presiden dalam 1,5 tahun sejak kejatuhan pemerintahan SBY-Boediono. Ini harus dilakukan sebagai wujud komitmen menjaga tradisi demokrasi Indonesia yang kini sedang terancam.

Demikian disampaikan tokoh perubahan nasional Dr. Rizal Ramli ketika berdiskusi dengan praktisi hukum senior Adnan Buyung Nasution, di Jakarta, kemarin petang (Selasa, 27/3).


Menurut Rizal Ramli, pernyataan Adnan Buyung Nasution tentang pergantian pemerintahan sebelum 2014 merupakan langkah yang tidak melanggar konstitusi adalah jawaban pamungkas atas keragu-raguan sementara kalangan selama ini.

“Sebelum mendengar pernyataan Bang Buyung, saya sebenarnya juga tidak terlalu merepotkan pendapat sebagian kalangan tersebut. Saya hanya berkaca pada peristiwa sejarah. Diturunkannya Soekarno, Soeharto, dan Gus Dur bisa jadi contoh. Toh hingga sekarang tidak ada yang berpendapat diturunkannya mereka itu inkonstitusional. Kalau SBY dihentikan tahun ini juga, itu tetap konstitusional. Selanjutnya kita akan bentuk pemerintahan interim yang salah satu tugasnya adalah menyelenggarakan Pemilu yang dipercepat,” ujar Rizal Ramli.

Selain menyelenggarakan pemilihan umum dan pemilihan presiden, pemerintahan transisional juga harus menurunkan harga berbagai barang dan jasa yang amat dibutuhkan rakyat agar terjangkau. Juga harus memastikan terselenggaranya pendidikan yang murah, bahkan gratis, untuk rakyat.

“Pemilu dipercepat ini harus jujur dan transparan. Untuk itu kita akan benahi KPU dan Bawaslu agar diisi oleh orang-orang yang benar-benar punya integritas tinggi dan mau bekerja keras untuk rakyat. Kita juga akan undang observer dari luar negeri, agar Pemilu benar-benar terselenggara secara bersih dan transparan,” demikian Rizal Ramli. [guh]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya