Berita

kaldera ijen/ist

Magma Gunung Ijen Telah Mendekati Dasar Kawah!

SABTU, 24 MARET 2012 | 10:07 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Studi terakhir yang dilakukan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperlihatkan bahwa magma tengah merambat naik dan kini sudah mendekati dasar kawah Gunung Ijen di Jawa Timur.

Demikian disampaikan Kepala PVMBG Surono beberapa waktu lalu (Sabtu, 24/3).

Surono yang biasa dipanggil Mbah Rono memastikan pihaknya terus memantau gunung setinggi 2.386 meter dari permukaan laut yang begitu aktif itu.

“Hasil uji laboratorium contoh air kawah Gunung Ijen menunjukkan peningkatan unsur kimia dan gas yang menandakan adanya naiknya magma dari bawah menuju ke permukaan mendekati dasar kawah Gunung Ijen,” kata Mbah Rono.

Di puncak gunungapi aktif dengan jenis strato itu terdapat danau kawah dengan panjang dan lebar danau masing-masing 800 meter dan 700 meter serta kedalaman danau mencapai 180 meter. Di sekitar danau kawah atau kaldera ini masyarakat setempat biasa menambang belerang. Erupsi Gunung Ijen yang tercatat dalam sejarah berupa letusan-letusan freatik yang bersumber dari danau kawah. Erupsi freatik terakhir terjadi pada tahun 1993 menghasilkan tinggi kolom asap berwarna hitam yang mencapai ketinggian 1.000 meter.

Tanggal 15 Desember 2011, status Gunung Ijen dinaikan dari Normal (Level I) ke Waspada (Level II). Tiga hari kemudian statusnya kembali ditingkatkan dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III).

Karena aktivitas yang berkurang, status Gunung Ijen sempat diturunkan kembali ke level Waspada pada tanggal 8 Februari 2012.

Setelah sebulan berada di level itu, pada tanggal 12 Maret lalu kegiatan kegempaan Gunung Ijen meningkat sementara temperatur air danau kawah meningkat. PVMBG pun kembali menaikkan status kegiatan Gunung Ijen dari Waspada ke Siaga.

Menurut Mbah Rono, status Gunung Ijen yang naik dan turun lalu naik lagi itu didasarkan pada proses pengumpulan data pemantauan secara instrumental. Baik dengan memantau aktivitas kegempaan, mengukur suhu air danau kawah pada kedalaman 5 meter, mengukur deformasi menggunakan tilt meter, juga dengan menggunakan CCTV.

“Pemantauan dilakukan secara visual dilakukan secara episodik oleh pengamat Gunung Ijen dengan cara mengamati perubahan warna air danau kawah, flora dan fauna sekitar danau kawah untuk mengetahui jika ada tumbuhan yang mati atau hewan yg mati yang disebabkan oleh gas-gas yang berbahaya bagi kehidupan, juga pengambilan conto air danau kawah untuk diuji kandungan unsur kimia/gas yang terlarut/berda dalam air danau kawah,” ujarnya lagi.

Dia menegaskan bahwa PVMBG tengah bekerja keras memitigasi Gunung Ijen dengan tujuan menekan hingga sekecil mungkin jumlah korban jiwa dan harta benda yang disebabkan ledakan gununug itu.

“Pengamat Gunung Ijen hingga saat ini bekerja keras dalam mengamati Gunung Ijen, berkoordinasi dengan masyarakat dan pemerintah daerah. Saya sebagai Kepala PVMBG memuji ketekunan, dedikasi dan kerja keras para pengamat Gunung Ijen dalam melaksanakan tugas. Laporan-laporan yang diterima di kantor PVMBG di Bandung sangat berguna dalam menentukan tingkat kegiatan Gunung Ijen,” demikian Mbah Rono. [guh]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya