Berita

Ngozi Okonjo-Iweala/ist

Popularitas Sri Mulyani di Bank Dunia Terbukti Hoax Semata

JUMAT, 23 MARET 2012 | 11:19 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Beberapa waktu belakangan ini publik Indonesia geger mendengar informasi tentang kemenangan mutlak Sri Mulyani Indrawati dalam sebuah poling calon presiden Bank Dunia. Tidak tanggung-tanggung, dalam poling yang digelar worldbankpresident.org itu Sri Mulyani memperoleh 87 persen dukungan.

Dalam poling itu Sri Mulyani mengalahkan calon-calon lain seperti mantan Menteri Ekonomi Turki yang kini menjadi kepala UNDP, Kemal Dervis, (8 persen) dan presiden wanita pertama di Chili yang kini memimpin UN Women, Michelle Bachelet, (2 persen).

Bagi para pendukungnya, "keunggulan" Sri Mulyani dianggap menambah bobot achievement mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia yang diduga terlibat dalam sejumlah kasus bermotif criminal policy termasuk megaskandal danatalangan Bank Century senilai Rp 6,7 triliun.

Sri Mulyani mengundurkan diri dari posisi Menkeu pertengahan tahun 2010. Ia memilih menerima pinangan Bank Dunia sebagai salah seorang direktur pelaksana. Keputusan Sri Mulyani tinggal gelanggang colong playu itu melahirkan sejumlah spekulasi.

Ada yang berpendapat kepergian Sri Mulyani ke Washington DC merupakan win-win solution dan langkah paling menguntungkan bagi pemerintahan SBY yang terganggu oleh megaskandal danatalangan Bank Century. Ada juga yang berpendapat, kepergiaan Sri Mulyani itu karena desakan pihak-pihak yang selama ini terganggu oleh Sri Mulyani, khususnya dalam persoalan pajak. Ada juga yang menduga, Sri Mulyani sengaja pergi untuk kemudian kembali lagi sebagai orang nomor satu di negeri ini.

Ada juga sementara kalangan yang mencurigai hasil poling tersebut mengingat worldbankpresident.org bukanlah situs resmi Bank Dunia. Adapun situs resmi Bank Dunia beralamat di worldbank.org. Pihak yang mengoperasikan worldbankpresident.org juga tidak diketahui pasti. Dari penelusuran yang dilakukan diketahui bahwa domain tersebut dibuat pada 15 Desember 2004. Tidak tercatat nama pemilik domain. Tetapi diketahui bahwa domain tersebut didaftarkan dari kota Scottsdale, Arizona, Amerika Serikat. Alamat ini diduga kuat adalah proxy address. Dus artinya, situs tersebut dapat dioperasikan dari mana saja, termasuk dari Indonesia untuk kepentingan-kepentingan lain yang tidak ada hubungannya dengan proses pemilihan presiden Bank Dunia.

Informasi terakhir yang dikutip dari Reuters menyebutkan bahwa kelompok negara-negara berkembang menominasikan Menko Perekonomian dan Keuangan Nigeria Ngozi Okonjo-Iweala dan mantan Menteri Keuangan Kolumbia yang kini mengajar di Columbia University di New York, Amerika Serikat, Jose Antonio Ocampo.

Kantor berita Reuters memperoleh informasi itu dari sumber yang memiliki pengetahuan luas mengenai upaya kelompok negara berkembang tokoh-tokoh dari negara negara berkembang untuk mengisi pos yang akan ditinggalkan Robert Zoellick bulan Juni nanti.

Deadline pencalonan akan ditutup hari Jumat waktu Amerika Serikat atau Sabtu waktu Indonesia.

Amerika Serikat sejauh ini masih belum menyebutkan siapa kandidat mereka. Informasi yang dikumpulkan Reuters menyebut sejumlah nama kemungkinan sedang digodok pemerintahan Barack Obama. Pertama, Dutabesar AS untuk PBB, Susan Rice, Senator dari Partai Demokrat John Kerry, dan CEO PepsiCo yang keturunan India, Indra Nooyi. Namun masih terbuka sejumlah nama lain juga tengah dipertimbangkan pemerintahan Obama.

Sejak didirikan di akhir Perang Dunia Kedua silam, Bank Dunia selalu dipimpin oleh tokoh Amerika Serikat. Sementara tokoh Eropa selalu memimpin saudara Bank Dunia, yakni International Monetary Fund (IMF). Kelompok negara-negara berkembang sudah sejak lama menginginkan agar kedua lembaga keuangan internasional yang dilahirkan di Bretton Woods itu tidak lagi didominasi oleh tokoh-tokoh Amerika Serikat dan Eropa.

Sedemikian jauh, nama Sri Mulyani atau tokoh dari Indonesia lainnya, sama sekali tidak disebut-sebut sebagai kandidat dari kelompok negara-negara berkembang yang dalam hal ini direpresentasikan oleh BRICS, Brazil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan. Dengan demikian kabar mengenai popularitas Sri Mulyani di gelanggang Bank Dunia yang disebutkan luar biasa untuk sementara dapat disimpulkan hoax semata. [guh]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya