Berita

ilustrasi

Siang Ini Mahasiswa Membara di Salemba

KAMIS, 22 MARET 2012 | 11:10 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Letupan-letupan kecil di pelbagai daerah yang melibatkan mahasiswa dengan aparat kepolisian terjadi satu pekan terakhir dan semakin memanas. Hingga tengah pekan ini, bentrokan dan pengrusakan terjadi di tiga kota besar, Medan, Makassar dan Yogyakarta. Korban berjatuhan dari dua pihak.

Di Jakarta kemarin, ribuan orang gabungan buruh, mahasiswa dan Ormas mencoba menembus barikade aparat kepolisian yang hampir saja memecah kerusuhan di kawasan Medan Merdeka Barat tak jauh dari kantor Presiden SBY di Merdeka Utara.

Pengerahan satuan TNI di luar pagar Istana Negara dipertanyakan Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin. Menurutnya, pengerahan tentara untuk menyikapi gerakan penolakan kenaikan harga BBM itu tidak didahului keputusan politik Presiden bersama DPR, hingga melanggar UU TNI. Lagipula, data intelijen yang dijadikan dasar pengerahan TNI juga tidak jelas. Yang ada adalah keluhan SBY terkait SMS-SMS gelap yang mengancam kekuasannnya, yang diungkapkan SBY beberapa hari lalu di kediamannya Cikeas, Bogor.


Hari ini salah satu kawasan langganan aksi massa di Jakarta, wilayah Salemba Jakarta Pusat dipastikan bakal kembali jadi titik api bagi mahasiswa. Pekan lalu, di depan kampus Universitas Kristen Indonesia terjadi bentrokan dan penangkapan mahasiswa oleh aparat kepolisian. Di saat yang hampir bersamaan, penangkapan dan pembubaran demonstrasi mahasiswa juga terjadi tidak jauh dari Salemba, di Jalan Cilosari, Cikini, Jakarta Pusat. Sekretariat Himpunan Mahasiswa Islam diserbu aparat dan ruangan mereka diacak-acak. Beberapa mahasiswa ditangkap.

Siang hari nanti di Salemba, dari informasi yang didapatkan, sekitar 100 mahasiswa dari beberapa aliansi massa akan melanjutkan protes jalanan menolak kenaikan harga BBM. Mereka adalah komite Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Anti Rezim (Gampar) SBY-Boediono, Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Bung Karno (KBM UBK) dan Keluarga Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (KM UKI). Aksi dijadwalkan dimulai pada pukul 13.00 WIB.

Humas Gampar SBY-Boediono, Wulan, mengatakan, kemungkinan aksi siang nanti akan diiukti 100 lebih aktivis komitenya. Dan apabila ditambah dengan kelompok UKI dan UBK jumlahnya dua kali lipat dari itu.

Dia tak menampik bahwa gerakan mahasiswa tengah menajamkan eskalasi tekanan pada pemerintahan SBY-Boediono dan siap berhadapan dengan represifitas aparat kepolisian. Mahasiswa, tambah dia, sejatinya menolak kebijakan kenaikan harga BBM yang dianggap solusi praktis pemerintah dalam menyelamatkan APBN namun pemerintah tidak pernah serius "menyikat" koruptor, mafia hukum serta keberadaan mafia migas di tubuhnya sendiri. Sementara di luar pemerintah, angka-angka kebohongan subsidi dan fakta anggaran yang disembunyikan pemerintah terungkap oleh beberapa ekonom kritis.

"Kenaikan BBM jadi solusi, sementara jumlah rakyat miskin bertambah. Kesenjangan sosial menajam dan kriminalitas meningkat. Lalu dimana pemerintah? Pemberantasan korupsi cuma janji kosong," kata Wulan menjelaskan dasar kemarahan mahasiswa.

Selain menolak keras kenaikan harga BBM, mahasiswa juga menuntut pembebasan rekan-rekan mereka oleh kepolisian di beberapa daerah dan mengutuk tindakan represif dan provokatif aparat yang menyebabkan seringnya bentrokan.

"Kami sudah berkoordinasi dengan kampus-kampus di Salemba. Kami sudah antisipasi bawa tim advokasi aktivis mahasiswa bila polisi represif dan memprovokasi bentrokan," terang Wulan terkait demonstrasi nanti siang.

Dia katakan, pihaknya tidak pernah merancang bentrokan dengan kepolisian namun para aktivis sudah terbiasa dengan taktik strategi menghadapi provokasi aparat.[ald]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya