Berita

Se­bastian Vettel

Olahraga

Vettel Sesumbar Balas Dendam

Formula Satu
SELASA, 20 MARET 2012 | 08:27 WIB

RMOL.Pebalap Red Bull Racing Se­bastian Vettel mem­balas kekala­hannya atas Jenson Button dari McLaren pada seri pem­buka For­mula Satu di Sir­kuit Albert Park, Australia, akhir pekan lalu.

Vettel yang berstatus sebagai juara bertahan akan kembali mengobar­kan semangat tersebut pada seri ke­dua yang digelar di Sirkuit Se­pang, Malaysia pekan menda­tang.

“Tentu saya ingin menang. Pebalap lain juga begitu. Me­nurut saya, waktunya takkan lama lagi,” kata Vettel seperti dilan­sir Yahoosports, kemarin.

Button me­ng­awali penampilan­nya di ajang F1 musim ini dengan mulus. Pe­balap asal Inggris ini menjadi yang tercepat di seri pertama musim balap ta­hun ini di Australia.

Button mencetak wak­tu 1 jam 34 menit 9,565 detik un­tuk me­nye­le­sikan 58 lap lomba.

Posisi kedua ditempati  Vettel yang berselisih 2,1 de­tik dari Button, sedangkan posisi ketiga di tempati rekan setim dan satu ne­gara Button, Lewis Ha­mil­ton.

“Lomba kemarin membukti­kan bahwa saya sempat meng­alami keraguan. Sebenarnya, sa­ya masih bisa melaju dengan ke­cepatan maksimal. Semua orang bilang bahwa kami tengah ber­masalah, tapi kami membukti­kan mereka salah,” kata Vettel.

Di tempat terpisah, tuan rumah seri kedua F1 Malaysia menya­takan, tidak bisa menuruti per­mintaan bos F1, Bernie Eccle­stone untuk menggelar perlom­baan pada malam hari, demi ke­petingan penonton di Eropa.

Singapura merupakan satu-satunya negara penyelenggara GP F1 pada malam hari semen­tara penyelenggaran GP Austra­lia memundurkan jadwal mereka selama tiga jam.

Eksekutif Kepala Sirkuit Inter­nasional Sepang Datuk Ahmad Razlan Ahmad Razali mengata­kan, dia tidak bisa menerima desakan Ecclestone tersebut.

“Menggelar lomba pada ma­lam hari membutuhkan biaya yang sangat besar terutama soal pencahayaannya,” ujar Ahmed Razali.

“Saat ini, Sirkuit Sepang sa­ngat indah pemandangannya. Na­mun, jika perlombaan digelar pada malam hari maka yang ada ha­nya menara lampu dan itu akan terlihat sangat jelek,” tan­das­nya. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya