Berita

Dunia

Maroko Kirim Bantuan Paska Ledakan Kongo

SELASA, 13 MARET 2012 | 20:45 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Hampir 200 orang tewas akibat lima ledakan beruntun yang terjadi di ibukota Republik Kongo, Brazzavile, hari Minggu pekan lalu (4/3). Ledakan di sebuah gudang senjata itu juga melukai sekitar 1.500 orang. Kepanikan tidak hanya melanda Republik Kongo, tetapi juga menyebar ke negeri tetangga Republik Demokratik Kongo.

Kerajaan Maroko termasuk negara tetangga yang dengan cepat mengirimkan tim medis dan bantuan teknis lain ke Kongo. Adalah Raja Muhammad VI yang langsung memerintahkan pengiriman bantuan itu setelah menerima permintaan bantuan dari Presiden Republik Kongo, Denis Sassou Nguesso.

Sampai hari ini tim medis Maroko masih berada di Brazzavile. Posko Maroko dilaporkan dipenuhi sesak oleh orang-orang Kongo yang terluka akibat ledakan itu.

Tim medis pertama yang dikirim Maroko berangkat ke Brazzavile hanya beberapa jam setelah ledakan terjadi. Maroko merupakan satu dari beberapa negara yang segera mengirimkan bantuan ke Republik Kongo.

Tim medis Maroko terdiri dari 21 dokter dengan berbagai keahlian dan 32 perawat, serta staf lapangan yang bertugas untuk memantau segala kebutuhan dalam penanganan masa krisis. Informasi lain menyebutkan Maroko mengirimkan sebanyak 173 orang untuk membantu Republik Kongo.

Laporan resmi yang disampaikan Kementerian Kesehatan Repubik Kongo menyebutkan sebanyak 180 orang tewas dan 1.340 orang terluka.

Prancis yang juga bertindak cepat mengirimkan 25 dokter dan 5 ton bantuan kemanusiaan. [guh]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya