Berita

Indoprix Seri I

Olahraga

Aksi Ketangguhan Rider Yamaha

SENIN, 12 MARET 2012 | 09:20 WIB

RMOL. Rider tim Yamaha Trijaya Su­dar­mono tampil perkasa pada ajang Indoprix seri I di Sirkuit Go­kart Sentul Bogor, kemarin. Pria DIY itu mampu meraih em­pat podium.

Pada kelas bergengsi IP 110, Su­darmono tampil perkasa de­ng­an merebut juara race pertama. Se­dang pada race kedua dia ha­nya mampu menduduki urutan 14.

Sedang di kelas bergengsi lain­nya IP 125, Sudarmono juga treng­ginas merebut juara perta­ma di race pertama dan juar atiga di race kedua.

Untuk merebut jawara pada ra­ce pertama IP 125 tidak diraih dengan mudah. Sudarmono pada lap-lap awal mendapat tekanan dari Iswandi Muis pebalap yang mengibarkan bendera Honda Wa­hana Dunia Motor Federal Oil.

Keduanya menyajikan perta­ru­­ngan ketat. Iswandi Muis asal Sulawesi Selatan ini terus me­ne­kan motor Yamaha yang ditung­gangi Sudarmono.

Namun berkat pengalaman yang dimiliki pebalap asal Gu­nung Kidul (Jogjakarta) ini ak­hirnya bisa melepaskan tekanan da­ri Iswandi, dan menyentuh ga­ris finis pertama. Sedangakan Is­wandi harus puas di posisi ke­dua. Tempat ketiga direbut peba­lap Yamaha lainnya, Rey Ratukore.

Atas prestasi itu Sudarmono menduduki puncak klasemen se­men­tara IP 125 dengan nilai 41. Disusul dua rekan sedaerahnya Sigit PD nilai 38 dan Florianus Roy nilai 20.

Balapan kemarin memang men­jadi hegemoni rider-rider Ya­maha. Terbukti di kelas IP 110 lom­ba dijuarai Rafid Topan dari tim Yamaha Tunggal Jaya nilai 31. Disusul Sudarmono nilai 27 dan Yudhistira dari tim Kawa­saki Rextor nilai 25.

General Manager Marketing Gajah Tunggal Arijanto Notone­goro sangat puas dengan antusi­as­me peserta yang memakai ban IRC Razzo 166 dan Razzo 221. Razzo 166 digunakan untuk kon­disi trek semi basah sedang Raz­zo 221 untuk trek kering.

“Saya sempat khawatir meli­hat situasi Sentul yang tidak sta­bil cuacanya. Beruntung daya ceng­kram ban kami sangat kuat se­hingga para pembalap menya­takan tanggapan positifnya,” ka­ta Arijanto.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya