Berita

tantowi yahya/ist

Golkar Pilih Alex, Tantowi Menerima Banyak Lamaran agar Maju Sebagai Cawagub DKI Jakarta

KAMIS, 08 MARET 2012 | 19:20 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin memang punya banyak kelebihan. Tapi, untuk memenangkan pemilihan gubernur DKI Jakarta bukan perkara mudah. Karena Alex bukan tokoh Jakarta.

Karena itu, Tantowi Yahya menyarankan DPP Partai Golkar memilih calon wakil gubernur untuk jadi  pendamping Alex, figur yang populaer dan punya elektabilitas tinggi. Hal ini untuk menutup kekurangan Alex dari sisi popularitas dan elektabilitas.

"Incumbent, Fauzi Bowo termasuk kandidat yang punya elektabilitas dan popularitas tinggi. Karena itu penting bagi Alex untuk memilih wakil gubernur yang juga popular," tutur Tantowi petang tadi (Kamis, 8/3).

Tantowi sebelumnya salah satu kader Golkar yang siap untuk jadi cagub. Tapi, Golkar sudah menentukan bahwa yang akan diusung adalah Alex Noerdin. Tantowi selama ini sudah bekerja dengan menyambangi kantong-kantong masyarakat di Jakarta. Karena itu, selain memang sudah populer sejak awal, elektabilitas anggota Komisi I DPR ini sangat tinggi.

Karenanya tak ayal, Tantowi menerima banyak tawaran dari partai lain dan kandidat lainnya untuk maju sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta. Tapi Tantowi menampik.

Pasalnya, peraturan Partai Golkar hanya membolehkan seorang kader diusung dalam pemilihan kepala daerah. Kader yang melanggar aturan itu akan diberi sanksi.

Sebagai kader yang baik, Tantowi akan mengikuti peraturan yang berlaku di partai berlambang pohon beringin itu. Karena itu, dirinya tidak akan maju sebagai wakil gubernur jika dipinang oleh kandidat lain. [zul]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya