Berita

aburizal bakrie/ist

IBADAH HAJI

Aburizal Bakrie: Golkar Dukung Moratorium Haji

SENIN, 05 MARET 2012 | 14:03 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Melalui Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR, Partai Golkar mendukung sepenuhnya wacana moratorium dan pembentukan Badan Khusus Haji, terkait revisi UU No.13/2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji. Sehingga pelaksanaan ibadah haji mampu melahirkan sistem penyelenggaraan Ibadan haji yang nyaman dengan ditopang kelembagaan yang akuntabel, transparan, profesional dan amanah.

"Sekarang ini berkembang wacana untuk membedakan antara regulator dan operator penyelenggara ibadah haji. Regulator ditangani pemerintah secara teknis dilaksanakan Kemenag dengan tugas menentukan kebijakan, sedangkan operator ditangani oleh institusi yang terpisah yang diisi PNS karier dan tenaga profesional," kata Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie, saat menyampaikan sambutan dalam Seminar Membangun Sistem Penyelenggaraan Ibadah Haji Yang Baik, Profesional dan Amanah yang diselenggarakan Komisi VIII FPG DPR RI di Gedung Pustakaloka MPR/DPR Senayan Jakarta (Senin, 5/3).

Hadir mendampingi Ketua Umum Aburizal Bakrie, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Fadel Muhammad, Ketua DPP Golkar Fuad Hasan Masyhur, Ketua FPG DPR Setya Novanto, Sekretaris FPG Ade Komarudin, Wakil Ketua MPR Hajriyanto Tohari, Wakil Ketua Komisi VIII DPR/Ketua Panitia Penyelenggara Dra. Hj. Chairunnisa, dan Zulkaraen MA. Sedangkan pembicara Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Selamet Riyanto, Hakim Agung Prof Abdul Gani, Cendikiawan Muslim Prof Azyumardi Azra, Wakil Ketua BPK Hasan Bisri, dan Ketua Umum Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kurdi Mustofa.


Menurut Aburizal Bakrie, masalah krusial lainnya soal pengelolaan keuangan haji. Hasil berbagai kajian model tabungan haji yang dianggap cukup relevan untuk dikaji secara mendalam dan menjadi salah satu opsi dalam pencarian model pengelolaan dana haji.

"Model tabungan haji perlu disesuaikan dengan keadaan, kondisi, kebutuhan dan perkembangan yang ada. Model seperti ini sangat bermanfaat antara lain adanya perencanaan haji bagi masyarakat yang berpenghasilan menengah dan bawah, dana yang terkumpul dalam jumlah yang relatif besar dapat didayagunakan untuk pengembangan kegiatan ekonomi masyarakat guna mengatasi kemiskinan," kata dia.

Sedangkan untuk moratorium, Aburizal menjelaskan, Fraksi Golkar harus mengkaji masalah moratorium dan pemerintah harus mencari solusi agar jamaah yang ingin berangkat haji tidak perlu harus menunggu terlalu lama. Karena kebutuhan untuk memperbaiki manajemen penyelenggara haji agar lebih berkualitas dan profesional. Partai Golkar sangat berkepentingan agar kualitas penyelenggaraan haji semakin meningkat. Paling tidak, kualitas penyelenggaraan haji ini harus dimasukkan dalam revisi UU Penyelenggara Ibadah Haji, sehingga UU yang akan dibuat mampu mengatasi berbagai masalah.

"Saya berharap salah satu materi revisi UU mengatur secara lebih rinci dan lengkap mengenai keterlibatan pihak swasta, termasuk mengatur hak dan kewajibannya, pemberian reward bagi siapapun yang telah memberikan pelayanan prima dan pemberian sanksi kepada siapapun yang telah merugikan hak-hak dan kepentingan jemaah haji dan umroh, termasuk kemungkinan sanksi pidana dan denda serta ganti rugi bagi jamaah haji dan umroh yang dirugikan," demikian Aburizal. [ysa]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya