RMOL. Partai Keadilan Sejahtera memiliki 18 kursi di DPRD DKI Jakarta. Itu artinya, bersama Partai Demokrat, yang mengantongi 32 kursi, PKS bisa mengajukan calon gubernur dan calon wakil gubernur sendiri tanpa harus berkoalisi pada pemilihan gubernur DKI Jakarta Juli mendatang.
Tapi, tampaknya, PKS tidak akan maju sendirian. Partai dakwah ini akan menggandeng partai lain untuk membesarkan kekuatan. Tapi, sampai saat ini belum jelas, dengan partai apa partai ini akan berkoalisi.
"Kita berkomunisasi dan bertemu dengan semua orang dan partai. Kita menunggu detik terakhir berkomunikasi politik," ujar mantan Ketua PKS Jakarta Triwijaksana di Gedung Sports Mall Kelapa Gading Jakarta Utara, Minggu, (4/3).
"Apapun keputusan yang diputuskan partai adalah keputusan yang bijaksana," sambung Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta yang dijagokan partainya ini akan berlaga pada pilgub tersebut.
PKS baru akan memutuskan berkoalisi dengan siapa menjelang tutup masa pendaftaran cagub dan cawagub. KPU membuka pendaftaran calon dari 13-18 Maret.
"Detik-detik terakhir (baru akan diputuskan berkoalisi dengan partai apa). Sebelum tanggal 19 Maret," tandas Bang Sani, demikian ia akrab disapa. [zul]