Berita

ilustrasi

Kenaikan BBM Disusul Penyuapan Rakyat dan Pembajakan Pemilu

KAMIS, 01 MARET 2012 | 15:21 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Pengamat ekonomi politik, Ichsanuddin Noorsy, tidak henti-henti menyuarakan penolakan pada rencana menaikkan harga BBM April mendatang. Dia sebut rencana itu sebagai bentuk kepercayaan diri menjalankan amanat dari luar negeri.

"Saya lihat pemerintah dalam hal ini sangat percaya diri patuh pada Bank Dunia, IMF, IDB, ADB dan sebagainya," kata Noorsy saat diskusi "Ada Apa dengan Kenaikan BBM?" di ruang wartawan, gedung Nusantara III DPR, Kamis, (1/3).

Noorsy menilai, rencana kenaikan BBM dan pembatasan subsidi adalah sikap menyesatkan.


"Tidak ada penghematan, APBN yang ada adalah relokasi (pemindahan). Mau penghematan tapi ada BLT-nya," jelasnya.

Noorsy kemudian membuka motif politik kenaikan harga BBM itu.

"Pertama, adanya bantuan (BLT) untuk penyuapan rakyat biar tidak marah. Kedua, membajak pemilu 2014. Di sini kita harus hati-hati," pungkasnya.

Dosen sosiologi hukum, Eggy Sudjana, menilai langkah menaikkan BBM karena alasan hemat anggaran dan kemudian memberikan subsidi baru dan langsung bagi rakyat yang terkena dampaknya dianggap tidak wajar.

"Dari subsidi ke subsidi, sama-sama bebani APBN, jelas berdampak inflasi yang memberatkan rakyat," katanya.

Bantuan Langsung Tunai jenis baru itu menurut Eggy sangat kental aroma politisnya, untuk menyelamatkan citra pemerintah jelang Pemilu 2014.

"Jadi kebijakan baru BBM ala SBY per-1 April perlu diwaspadai, khususnya subsidi langsung ini berpotensi money politics dengan beban APBN," tandas Eggy.[ald]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya