Berita

DPD Prihatin Pemerintah Abaikan Halaman Depan

KAMIS, 01 MARET 2012 | 11:10 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Pemerintah selama ini seakan melupakan isi UU 43/2008 tentang Wilayah Negara yang mengamanatkan pengelolaan kawasan perbatasan untuk menjamin keutuhan NKRI, keaulatan, dan ketertiban.

Memang suatu tugas besar karena secara geografis NKRI terdiri dari pulau-pulau besar dan kecil yang jumlahnya sekitar 17.582 pulau, dengan total panjang garis pantai 81.900 km. Belum lagi luas kedaulatannya kurang lebih 5.800.000 Km, dengan luas daratan 2.700.000 Km2 dan perairan 3.100.000.

Wakil Ketua DPD RI La Ode Ida, mengatakan, daerah perbatasan Indonesia harus ditata dan disentuh dengan baik karena berkaitan dengan hak kedaulatan, hak pengelolahan dan pemanfaafan atas sumber kekayaan alam yang ada.


"Untuk itu, persoalan batas wilayah sangat penting dan harus dijadikan strategi pembangunan nasional, karena merupakan hal yang sensitif dan rentan konflik antar kepentingan," katanya saat membuka Seminar Nasional DPD RI bertema "Mewujudkan Wilayah Perbatasan Menjadi Halaman Depan Negara RI" di Nusantara V Komplek DPR Jakarta, Kamis, (1/3).

Dia kemudian mengungkapkan, ada stigma negatif di daerah perbatasan seperti stigma terpencil, miskin dan bodoh. Untuk itu, DPD mempunyai peran penting dalam membangun daerah perbatasan.

"Kondisi perbatasan harus seimbang dengan wilayah Indonesia lainnya, yang meliputi sarana dan kondisi perekonomian," jelasnya.

Seminar nasional ini dibuka oleh La Ode Ida dan dihadiri beberapa petinggi daerah, diantaranya, Gubernur Riau, Gubernur Kalbar, Gubernur Sulut, Gubernur Maluku, juga dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Kesehatan.[ald]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya