pramono anung
pramono anung
RMOL. Sikap pemerintah yang terlalu berwacana ke publik tentang pembatasan bahan bakar minyak bersubsidi atau kenaikan harga BBM disayangkan.
"Dua opsi itu juga belum jelas," kata Wakil Ketua DPR Pramono Anung, di gedung Nusantara III DPR, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (29/2).
Pram, sapaan Pramono Anung, menambahkan, kalaupun BBM naik, pemerintah belum membuat format yang jelas tentang kompensasinya.
"Kalau kompensansinya BLT, pasti akan ditolak semua fraksi," ujar Pram.
Dan kalaupun akan diterapkan BLT, dia curiga itu akan menjadi instrumen pemerintah menuju pemilihan umum 2014.
"Ini tidak adil. Kemarin dalam Paripurna Saudara Akbar Faizal dari hanura sudah menyampaikan ini (penolakan BLT)," ungkap mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan ini.
Pram secara detail belum menerima atau menolak opsi yang ditawarkan pemerintah.
"Apa yang diterima atau yang ditolak, barangnya aja belum jelas?" tanya Pram.
Ia meminta pemerintah harus jelas dan solid dalam membuat keputusan ini. Dan secepatnya mengusulkan kepada DPR mana yang dipilih, opsi pertama atau kedua.
Kalau PDI Perjuangan sendiri memilih yang mana, opsi pertama atau kedua?
"Kirim dulu barangnya?" katanya lagi.
Dalam rapat kemarin, pemerintah dan DPR belum ada kesepakatan tentang kenaikan harga BBM itu. Tapi, dalam rapat itu mengerucut pada dua opsi. Pertama, kenaikan harga jual eceran premium dan solar sebesar Rp 1.500 per liter. Dan kedua, pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp 2.000 per liter untuk premium dan solar berapa pun harganya. [zul]
Populer
Rabu, 01 April 2026 | 18:05
Sabtu, 04 April 2026 | 02:17
Sabtu, 04 April 2026 | 02:23
Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08
Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59
Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43
Kamis, 02 April 2026 | 10:39
UPDATE
Minggu, 05 April 2026 | 21:48
Minggu, 05 April 2026 | 21:29
Minggu, 05 April 2026 | 20:57
Minggu, 05 April 2026 | 20:47
Minggu, 05 April 2026 | 20:31
Minggu, 05 April 2026 | 19:58
Minggu, 05 April 2026 | 19:56
Minggu, 05 April 2026 | 19:15
Minggu, 05 April 2026 | 18:51
Minggu, 05 April 2026 | 18:33